AS dan Israel Siapkan Skenario Militer terhadap Iran jika Negosiasi Damai Buntu
TEL AVIV, iNews.id - Israel dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan bersiap menghadapi kemungkinan kegagalan negosiasi dengan Iran. Delegasi AS dan Israel dilaporkan melakukan pertemuan langsung atau tidak langsung di Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
Stasiun televisi Israel Channel 12 melaporkan, AS dan Israel dalam beberapa hari terakhir meningkatkan kerja sama militer.
Kontak tingkat pejabat tinggi pejabat AS dan Israel meningkat, bertujuan untuk memperkuat koordinasi militer jika negosiasi dengan Iran tidak membuahkan kesepakatan.
AS telah menambah serta memperkuat kehadiran militer di Timur Tengah guna meningkatkan daya pencegahan serta mempersiapkan kemungkinan operasi darat terhadap Iran.
Peningkatan kekuatan militer AS di kawasan itu ditafsirkan di Israel sebagai upaya untuk membuat "citra kemenangan" melawan Iran atau persiapan untuk serangkaian operasi militer terencana yang bisa mengubah keseimbangan kekuatan di kawasan.
Jaga Kekhusyukan Ramadhan, Pilar Saga: Tertibkan Baliho hingga Bangunan Tak Berizin di Tangsel!
Laporan itu juga mengklaim perbedaan pendapat antara AS dan Israel mengenai potensi serangan terhadap infrastruktur Iran. Israel mendukung tindakan tersebut, sementara AS menentangnya.
Seorang sumber pejabat senior Israel mengatakan kepada Channel 12, ada perbedaan pendapat antara Tel Aviv dan Washington mengenai sifat serangan.
Sementara itu, Iran mempertanyakan ketulusan AS dalam negosiasi, bahkan tidak memercayai negara itu lagi.
Disebutkan, mengutip sumber tersebut, Iran belum merespons proposal damai dari AS karena alasan tersebut.
Laporan itu juga mengklaim, Iran berupaya melibatkan negara-negara Teluk serta Rusia dan China dalam proses perdamaian tersebut.










