Angkasa Pura Targetkan Pengembangan Empat Bandara di 2026, Termasuk Ngurah Rai dan Soetta

Angkasa Pura Targetkan Pengembangan Empat Bandara di 2026, Termasuk Ngurah Rai dan Soetta

Terkini | idxchannel | Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:40
share

IDXChannel - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menargetkan setidaknya empat bandara masuk daftar pengembang pada 2026.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengungkapkan program pengembangan dijalankan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Bandara Minangkabau Padang, dan Bandara Depati Amir Pangkalpinang. 

"Pengembangan bandara menjadi bagian transformasi Premises untuk menghadirkan infrastruktur dan fasilitas yang berfokus pada customer experience di bandara," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).

Pengembangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai antara lain tahun ini dilakukan di terminal penumpang untuk peningkatan kapasitas menjadi 32 juta penumpang per tahun, setelah sebelumnya di sisi darat. Adapun setelah  terminal penumpang, peningkatan kapasitas akan dilakukan di sisi udara. 

Pengembangan di terminal ini mencakup optimalisasi pier keberangkatan Gate 1-9 Terminal Internasional, mencakup pembangunan penghubung pier (connecting pier), penataan lansekap dan area kursi tunggu (boarding seat area), serta perluasan dan beautifikasi fasilitas umum.

Selain itu, dilakukan revitalisasi fasilitas penunjang dan pelayanan, yaitu pada semi outdoor area komersial, area check in dan pintu keberangkatan (departure gate). 

Di Bandara I Gusti Ngurah Rai juga tengah dilakukan pembangunan jembatan penghubung (connecting bridge) antara Terminal Domestik dan Terminal Internasional. 

Sementara itu di Bandara Soetta, program pengembangan mencakup lanjutan beautifikasi Terminal 3 dan Revitalisasi Terminal 1A.

Beautifikasi Terminal 3 pada tahun ini dilakukan di seluruh fasad tenant komersial pada area keberangkatan, seluruh boarding gate area keberangkatan, interior check in, serta fasilitas umum yakni toilet di area keberangkatan dan kedatangan. 

Terdapat juga penambahan fasilitas pada boarding lounge penerbangan internasional, yakni antara lain game corner. Program pengembangan di Bandara Soetta yang juga tengah dijalankan adalah Revitalisasi Terminal 1A. 

"Setelah revitalisasi, Terminal 1A hadir dengan wajah baru, standar pelayanan yang jauh lebih baik didukung fasilitas lebih lengkap dan modern untuk seamless journey experience," ujar Pahlevi.

Revitalisasi membuat kapasitas Terminal 1A meningkat dari sebelumnya 5,7 juta penumpang per tahun menjadi 10 juta penumpang per tahun, dan nantinya dilengkapi dengan 36 unit konter check in atau bertambah dari sebelumnya 25 unit konter. 

Penambahan conveyor belt juga dilakukan pada area pengambilan bagasi penumpang, dari 5 unit menjadi 7 unit sehingga dapat melayani 3.500 bagasi dalam waktu bersamaan. Area komersial diperluas menjadi sekitar 6.300 meter persegi dari sebelumnya 4.400 meter persegi. 

Sementara itu di Bandara Minangkabau Padang antara lain mencakup pengembangan terminal menjadi seluas sekitar 47 ribu meter persegi yang dapat menampung 5,7 juta penumpang per tahun, atau jauh lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya 2,7 juta penumpang per tahun. 

Pengembangan juga termasuk perluasan pada terminal baru untuk area kedatangan domestik dan internasional, lalu boarding lounge domestik dan internasional, serta area komersial, serta lansekap terminal. 

Untuk Bandara Depati Amir Pangkalpinang, dilakukan pengembangan terminal menjadi seluas 30 ribu meter persegi yang berkapasitas 3 juta penumpang per tahun dari sebelumnya 1,5 juta penumpang per tahun. 

Sejalan dengan pengembangan ini, dilakukan juga perluasan area check in, penataan area curbside, titik pemeriksaan keamanan atau security check point, penataan area komersial, pembaruan lansekap di dalam terminal, serta beautifikasi interior di seluruh area terminal. 

(Febrina Ratna Iskana)

Topik Menarik