Terungkap! Pesawat Hantam Gedung di China Sebelumnya Nyaris Tabrak Pesawat Airbus A330
BEIJING, iNews.id - Misteri penyebab pesawat ringan menabrak gedung tertinggi di Beijing, China, pada 26 Juni lalu mulai terkuak. Beberapa saat sebelum insiden itu, pesawat nyaris bertabrakan dengan pesawat komersial Hainan Airlines, demikian data situs web pelacakan penerbangan FlightRadar24.
Data FlightRadar24 menunjukkan, pesawat ringan itu menuju jalur pesawat Airbus SE A330 Hainan Airlines, namun kemudian membatalkan penurunan ketinggiannya beberapa menit sebelum mendarat di Bandara Internasional Beijing.
Kedua pesawat tersebut berjarak kurang dari 457 meter.
Insiden nyaris tabrakan tersebut belum pernah diungkap sebelumnya.
Sejauh ini belum ada komentar dari maskapai Hainan Airlines maupun Badan Penerbangan Sipil China terkait insiden tersebut, demikian halnya dengan Bandara Internasional Beijing.
Insiden nyaris tabrakan tersebut, ditambah gagalnya sistem keamanan untuk mencegat pesawat ringan terbang melintasi wilayah udara sensitif di Ibu Kota Beijing, menimbulkan pertanyaan mengenai pengaturan keamanan.
Bukan hanya itu, tinjauan data pelacakan penerbangan menunjukkan, setidaknya dua pesawat terpaksa membatalkan pendaratan karena pesawat ringan tersebut memotong jalur kedatangan menuju Bandara Internasional Beijing. Bandara tersebut merupakan salah satu yang tersibuk di China, di mana lepas landas atau pendaratan pesawat terjadi hampir setiap 30 detik.
Beberapa penerbangan lainnya terganggu karena petugas kontrol lalu lintas udara (ATC) memerintakan pilot pesawat ringan mengubah pendaratan dari selatan ke utara.
Pesawat kemudian menabrak Menara CITIC setinggi 109 lantai, yang lokasinya hanya beberapa kilometer dari markas besar Partai Komunis serta kediaman para pemimpin senior.
Pilot, satu-satunya orang dalam pesawat, tewas dalam kecelakaan itu serta 13 lainnya luka.
Sementara itu pesawat Hainan Airlines, terbang dari Urumqi menuju Beijing, turun hingga sekitar 990 meter saat bersiap melakukan pendekatan di atas jalan lingkar keenam Beijing. Setelah itu, dalam rentang waktu 6 menit, pesawat naik tajam ke ketinggian 2.790 meter, menyimpang dari jalur penerbangannya.
Tidak jelas apakah pilot Hainan diinstruksikan untuk membatalkan pendekatan, mengubah arah pendaratan, atau apakah sistem penghindaran tabrakan pesawat memicu peringatan.
Jarak pemisah standar untuk pesawat yang sedang melakukan pendekatan biasanya 305 meter secara vertikal.









