Viral! Bocah 6 Tahun Meninggal Usai Ditampar Guru Gegara Enggak Ngerjain PR
JAKARTA - Viral seorang anak laki-laki berusia enam tahun, Pranay Teja, meninggal dunia setelah dilarikan ke Rumah Sakit King George (KGH), Visakhapatnam. Keluarga menduga korban sempat mendapat kekerasan dari seorang guru di sekolah karena tidak menyelesaikan pekerjaan rumah (PR).
Peristiwa tersebut terjadi di Little Garden School, sekolah swasta yang berada di kawasan One Town. Polisi bersama petugas pemerintah setempat kini menyelidiki penyebab kematian Pranay. Kepastian mengenai penyebab medis korban akan diketahui melalui pemeriksaan post-mortem.
Menurut keterangan keluarga, Pranay berangkat ke sekolah pada Kamis pagi dalam kondisi sehat. Sang ayah mengatakan putranya bahkan sempat meminta sendiri untuk pergi ke sekolah.
"Pada pukul 8 pagi, putra saya bangun dan mengatakan ingin pergi ke sekolah. Dia bersikeras untuk pergi," ujar ayah Pranay dilansir dari NDTV.
Keluarga sempat mempertimbangkan untuk tidak mengizinkannya pergi. Namun, karena jadwal ujian semakin dekat, mereka akhirnya memberikan izin.
Pranay kemudian berangkat seperti biasa tanpa menunjukkan keluhan kesehatan. Beberapa jam kemudian, keluarga menerima kabar bahwa terjadi sesuatu terhadap anak tersebut.
Sang ayah mengaku tidak mendapat informasi langsung dari pihak sekolah. Ia justru menerima telepon dari sejumlah pekerja lokal yang berada di sekitar rumah saudara iparnya.
"Tidak ada seorang pun dari sekolah yang menghubungi saya. Para juru masak lokal yang bekerja dekat rumah saudara ipar saya yang menelepon dan memberi tahu," tuturnya.
Pranay kemudian dibawa ke KGH. Namun, sesampainya di rumah sakit, keluarga mendapat kabar bahwa bocah tersebut telah meninggal dunia.
Keluarga selanjutnya berusaha mencari tahu kejadian yang berlangsung di sekolah. Mereka mengaku diperlihatkan rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan seorang guru memukul Pranay menggunakan tongkat.
Menurut sang ayah, rekaman tersebut menunjukkan guru sempat menakut-nakuti dan memukul anaknya. Setelah itu, Pranay disebut jatuh dan tidak sadarkan diri.
"Ketika kami melihat rekaman CCTV di sekolah, terlihat guru tersebut menakutinya. Dia memukulnya dengan tongkat dan karena kaget serta takut, dia langsung pingsan," kata sang ayah.
Keluarga juga mengaku mendapat informasi dari dokter bahwa Pranay telah meninggal sekitar 30 menit sebelum tiba di rumah sakit.
Rekaman CCTV yang diperoleh NDTV turut memperlihatkan seorang guru memukul anak tersebut. Tidak lama kemudian, Pranay terlihat jatuh ke pangkuan guru.
Keluarga membantah dugaan bahwa Pranay sebelumnya memiliki masalah kesehatan. Sang ayah mengatakan anaknya masih bermain dengan ceria pada malam sebelumnya dan bangun dalam kondisi sehat pada pagi hari.
"Tidak ada masalah sama sekali. Dia bermain dengan gembira tadi malam dan bangun dalam keadaan sehat pagi ini," ujarnya.
Selain itu, keluarga menduga kekerasan terhadap siswa di sekolah tersebut bukan kejadian pertama. Mereka mengklaim terdapat anak-anak lain yang juga pernah mendapat perlakuan serupa. Keluarga pun meminta aparat mengambil tindakan apabila dugaan tersebut terbukti.
Pejabat Divisi Pendapatan, Dilip Chakravarthy, turut mendatangi rumah sakit setelah mendapat laporan mengenai kejadian tersebut. Pemerintah setempat kemudian mulai mengumpulkan informasi mengenai peristiwa yang terjadi.
Sementara itu, Departemen Pendidikan Andhra Pradesh menyatakan keprihatinannya atas kematian Pranay. Pemerintah daerah menyebut kasus tersebut sebagai insiden serius dan menyatakan telah melakukan penyelidikan awal.
Berdasarkan hasil awal tersebut, dibentuk komite khusus yang terdiri dari Direktur Gabungan Regional Visakhapatnam (RJD), Pejabat Pendidikan Distrik (DEO), dan Pejabat Divisi Pendapatan (RDO). Tim tersebut bertugas memeriksa fakta-fakta terkait kejadian secara menyeluruh.
Departemen pendidikan juga menyatakan akan mendorong program edukasi bagi para guru agar dapat berinteraksi dengan siswa secara lebih sensitif, bertanggung jawab, dan manusiawi. Langkah pencegahan juga akan dilakukan untuk menghindari kejadian serupa.
Di sisi lain, polisi telah mendaftarkan kasus tersebut dan memulai proses penyelidikan. Jenazah Pranay telah dikirim untuk menjalani pemeriksaan post-mortem guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.










