Respons LPSK soal Sejumlah Aktivis dan Influencer Dapat Ancaman hingga Diteror
JAKARTA, iNews.id – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberikan perlindungan terhadap aktivis hingga influencer yang menerima ancaman atau intimidasi. Perlindungan dilakukan khususnya apabila aktivis tersebut melakukan kerja kemanusiaan di wilayah bencana.
Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Amnesty Internasional Indonesia untuk menelusuri pihak-pihak yang menerima intimidasi.
“Berkaitan dengan adanya ancaman atau intimidasi dari para aktivis yang melakukan kerja-kerja kemanusiaan di wilayah bencana itu, sebenarnya saya sudah berkontak dengan salah satu anggota dari Amnesty International,” ujar Sri di Kantor LPSK, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Sri juga mengundang influencer atau aktivis lain yang menerima ancaman atau intimidasi untuk datang dan membuat permohonan perlindungan kepada LPSK. Dia meyakini LPSK memiliki mekanisme tindakan cepat apabila ancaman tersebut telah diterima secara nyata.
“Jika memang dibutuhkan adanya tindakan cepat dalam konteks perlindungan, silakan untuk berkoordinasi dengan LPSK karena kami sekarang juga masih menunggu hal-hal tersebut, siapa-siapa saja kami juga belum tahu sehingga kami kemarin itu masih berkontak dengan Amnesty International,” tutur dia.
Sri menjelaskan, LPSK memiliki waktu tujuh hari untuk melakukan asesmen apakah perlindungan darurat dapat diberikan kepada pemohon. Dalam konteks ini, korban yang mendapatkan intimidasi atau ancaman dapat segera dievakuasi apabila membutuhkan tempat aman.
“Ketika kami mendapatkan informasi bahwa ada kebutuhan, itu biasanya kami bergerak cepat dan kami melakukan identifikasi lebih lanjut kepada si orang tersebut dan kami mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhannya apa yang sifatnya segera,” jelas dia.
“Kalau dalam konteks misalnya dibutuhkan tempat tertentu, itu bisa kami lakukan evakuasi,” imbuhnya.
Diketahui, sejumlah aktivis hingga influencer mengaku menerima ancaman atau intimidasi pada Desember 2025. Ancaman teror tersebut diduga berkaitan dengan kritik terhadap penanganan pascabencana yang dilakukan pemerintah.
Akses Darat Mulai Terbuka, Seskab Teddy: Pemerintah Kirim Truk BBM dan Alat Berat ke Aceh Tamiang
Salah satu influencer yang menerima teror itu yakni Ramond Dony Adam. Dia mengaku rumahnya dilempar molotov.
Selain itu, kreator konten Sherly Annavita mengaku mendapat ancaman hingga menjadi korban vandalisme. Teror juga menimpa aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik, yang rumahnya dilempar bangkai ayam.



