Bentuk Satgas Kuala Normalisasi Sungai Bencana Sumatera, Pemerintah Gelontorkan Rp60 Triliun
IDXChannel - Pemerintah akan menggelontorkan dana Rp60 triliun untuk pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala.
Satgas tersebut akan difokuskan pada pengerukan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan akibat timbunan lumpur di wilayah terdampak bencana, sekaligus mengolah air berlumpur menjadi air bersih.
Presiden Prabowo Subianto menekankan agar jajarannya tidak ragu terkait pembiayaan. Dia menyetujui tambahan anggaran jika diperlukan demi kelancaran program tersebut.
"Tadinya diajukan Rp51 triliun sekian, saya commit Rp60 triliun. Berapa pun yang kita butuhkan. Saya kira dengan upaya nanti dredging kuala-kuala itu akan keluar uang lagi. Nggak ada masalah," kata Prabowo, Jumat (2/1/2026).
Satgas Kuala itu merupakan usulan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
Sjafrie memaparkan strategi pengerukan sungai-sungai yang bermuara ke laut guna mengangkat endapan lumpur di dasar sungai dan mempermudah mobilisasi alat berat melalui jalur air.
"Ada pemikiran dari kami dengan TNI bahwa Sungai Tamiang, sebagai satu contoh, yang sekarang mengalami pendangkalan. Sungai Tamiang itu bisa bermuara, bisa berasal dari laut," kata Sjafrie.
Dia menjelaskan, pengerukan sungai akan dilakukan bersamaan dengan upaya mendekatkan alat berat ke wilayah daratan terdampak bencana agar proses pembersihan dapat berjalan lebih efektif.
Setelah memperoleh persetujuan Presiden, Sjafrie melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan bersama TNI telah membentuk Satgas Kuala yang terdiri dari dua komposisi utama, yakni pendalaman kuala dan pemanfaatan air.
"Sudah bentuk Satgas Kuala. Satgas Kuala ini terdiri dari dua komposisi, satu komposisi untuk pendalaman kuala, dan satu komposisi untuk pemanfaatan air yang ada di kuala," kata dia.
"Di dua komposisi kapal ini, akan kita naikkan water treatment system sehingga air yang ada di kuala kita ambil, kita olah, sehingga menjadi air jernih," lanjutnya.
Sjafrie memastikan Satgas Kuala akan mulai bekerja dalam dua pekan ke depan dengan sasaran awal Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
(Nur Ichsan Yuniarto)










