Pramono Perbolehkan WFH dan Belajar Jarak Jauh jika Jakarta Banjir
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyoroti curah hujan tinggi di Jakarta yang terjadi pada 17-18 Januari 2026. Dia akan menerbitkan imbauan pekerja untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah jika banjir melanda ibu kota.
Pramono menyebut, hujan menyebabkan sejumlah ruas jalan dan permukiman warga terendam banjir yang menggangu aktivitas masyarakat. Dia berharap kondisi serupa tidak terulang kembali, sebab hal demikian sangat menganggu mobilitas warga, khususnya pada hari kerja.
"Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Namun, jika kejadian serupa terjadi pada hari kerja, Pemprov DKI Jakarta akan memutuskan penerapan WFH. Hal ini juga berlaku untuk peserta didik untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) demi mencegah hujan turun intensitas tinggi. Jakarta bahkan menyiapkan anggaran selama satu bulan untuk pelaksanaan OMC.
"Operasi modifikasi cuaca itu anggarannya dipersiapkan sampai dengan satu bulan penuh. Biasanya hanya satu, dua, tiga hari. Kenapa itu kami lakukan? Kami tidak pengin kemudian apa ya, karena ini memang cuaca ini lagi ekstrem sekali," tuturnya.










