Korban Terakhir Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Total 10 Orang Tewas

Korban Terakhir Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Total 10 Orang Tewas

Berita Utama | inews | Jum'at, 23 Januari 2026 - 14:38
share

PANGKEP, iNews.id - Korban terakhir kecelakaan pesawat ATR 42-500 ditemukan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026) pagi. Dengan penemuan tersebut, seluruh korban dalam insiden pesawat jatuh telah ditemukan.

Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengatakan korban ke-10 ditemukan oleh tim SAR gabungan.

“Ditemukan oleh tim Elang 5 Yonif 700 Raider Kodam XIV Hasanuddin beserta tim SAR gabungan,” kata Kolonel Inf Dody Triyo Hadi di Posko SAR gabungan, Jumat (23/1/2026).

Korban terakhir ditemukan sekitar pukul 08.59 WITA. Namun, kepastian penemuan baru dapat disampaikan setelah dilakukan verifikasi oleh tim di lapangan.

Kodam XIV Hasanuddin belum merinci kondisi korban maupun titik penemuan secara detail. Meski demikian, Dody memastikan bahwa dengan temuan tersebut, proses pencarian seluruh korban kecelakaan pesawat telah tuntas.

“Alhamdulillah hari ketujuh kita bisa temukan seluruhnya, baik benda penting yang di pesawat maupun seluruh korban, tepat dengan sandi sapu bersih,” ucapnya.

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah menemukan sembilan jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT. Dari jumlah tersebut, dua jenazah ditemukan dalam kondisi utuh dan telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Selain mengevakuasi korban, tim SAR gabungan juga telah mengamankan sejumlah barang penting milik pesawat untuk kepentingan investigasi lebih lanjut. Proses evakuasi dan pengamanan dilakukan di tengah medan pegunungan yang terjal dan kondisi cuaca yang kerap berubah.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung resmi memasuki tahap akhir. Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Kecamatan Balocci tersebut diketahui merupakan pesawat yang dicharter oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dari total 10 manifest yang ditemukan, pihak medis baru berhasil mengidentifikasi secara resmi dua jenazah yakni Florencia Wibisono (Pramugari) dan Deden Maulana (Pegawai KKP). Delapan jenazah lainnya saat ini dalam penanganan intensif tim DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk proses pencocokan data post-mortem dan ante-mortem.

Topik Menarik