Pramono Yakin Normalisasi Tiga Sungai Tekan Risiko Banjir di Jakarta

Pramono Yakin Normalisasi Tiga Sungai Tekan Risiko Banjir di Jakarta

Berita Utama | okezone | Minggu, 25 Januari 2026 - 18:28
share

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutuskan akan melakukan normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi banjir di Ibu Kota. Tiga sungai tersebut yakni Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.

"Jadi kami sudah memutuskan untuk normalisasi tiga sungai utama. Yang pertama adalah Sungai Ciliwung, yang kedua Kali Krukut, dan yang ketiga Kali Cakung Lama," kata Pramono di Jakarta Utara, Minggu (25/1/2026).

Ia mencontohkan Kali Cakung Lama yang sedianya memiliki lebar 15–20 meter, kini tersisa sekitar 2 meter. Penyempitan tersebut dinilai menjadi penyebab air meluap dan memicu banjir di Jakarta.

 

“Karena memang sebenarnya luas sungai seperti Cakung Lama itu antara 15 sampai 20 meter, tetapi sekarang tinggal 2 meter. Mau diapakan pun, air tidak bisa turun ke laut,” kata Pramono.

 

Pramono menegaskan proyek normalisasi sungai akan mulai dikerjakan tahun ini agar manfaatnya segera dirasakan warga.

“Sehingga dengan demikian perlu kita lakukan normalisasi. Saya sudah memutuskan untuk semua itu kita lakukan dan kita mulai pada tahun 2026 ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menawarkan relokasi bagi warga Rawa Buaya, Jakarta Barat, saat meninjau lokasi pengungsian pada Sabtu (24/1/2026).

“Pengungsi juga sudah hampir tidak ada. Termasuk kemarin, pengungsi paling besar itu di Rawa Buaya. Saya sudah ke sana dan menawarkan solusi jangka menengah,” kata Pramono.

Ia menyampaikan permasalahan banjir di Rawa Buaya tidak akan selesai jika hanya mengandalkan pompa untuk menyedot genangan. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta menawarkan relokasi warga dari kawasan tersebut.

“Karena tidak mungkin hanya mengandalkan pompa untuk memindahkan air. Solusi jangka menengahnya, mereka harus mau dibangunkan rumah susun, dipindahkan, dan kawasan itu kemudian dilakukan perbaikan,” ucapnya.

Jika warga enggan meninggalkan kawasan tersebut, banjir akan terus berulang karena wilayah itu merupakan muara sejumlah sungai di Jakarta Barat.

“Karena itu muara dari seluruh sungai yang ada di Jakarta bagian barat, seperti Angke, Pesanggrahan, Mukodap, dan sebagainya, semuanya masuk ke tempat itu. Dengan demikian, itulah yang akan kami lakukan perbaikan,” pungkasnya.

Topik Menarik