Macet Jakarta Tak Terelakkan, Pramono Dorong Warga Beralih ke Transportasi Umum
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendorong warga untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum (transum). Menurutnya, langkah tersebut dapat menekan tingkat kemacetan di Ibu Kota.
Pramono menyebut kemacetan di Jakarta, khususnya pada pagi dan sore hari, terjadi akibat tingginya mobilitas warga dari daerah penyangga menuju Jakarta. Ia mengatakan, setiap hari kerja sekitar empat juta orang masuk ke Ibu Kota.
"Karena memang kemacetan selalu terjadi pada pagi atau sore hari ketika sekitar empat juta orang masuk ke Jakarta dan kemudian kembali ke kediaman masing-masing," ujar Pramono, Selasa 27 Januari 2026.
Untuk mendukung peralihan ke transportasi umum, Pramono menegaskan, konektivitas TransJakarta saat ini telah mencapai 92 persen. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana membuka rute baru TransJabodetabek dari Blok M menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Persoalan kemacetan di Jakarta itu sebabnya transportasi umum konektivitasnya kami perluas menjadi TransJabodetabek, termasuk rencana membuka rute dari Blok M ke Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya.
Selain itu, Pramono memastikan program transportasi umum gratis bagi 15 golongan akan tetap dilanjutkan pada tahun anggaran 2026.
“Lima belas golongan kami gratiskan. Tentunya sebagai pemerintah di Jakarta, kami berharap semakin banyak warga yang memanfaatkan transportasi umum,” pungkasnya.










