Cuaca Ekstrem Hantam Halmahera Timur, Puluhan Rumah Terendam hingga Perahu Nelayan Hilang
JAKARTA – Puluhan rumah di Kabupaten Halmahera Timur dilaporkan terendam banjir usai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda wilayah tersebut pada Sabtu 31 Januari 2026. Selain rumah warga, banjir juga merendam fasilitas ibadah hingga tempat pemakaman umum.
Hal tersebut dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pantauan bencana terbaru di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada periode 31 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 1 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
“Banjir yang dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat melanda Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, pada Sabtu (31/1) pukul 16.35 WIT,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin (2/2/2026).
Selain banjir, BPBD Kabupaten Halmahera Timur juga melaporkan kejadian abrasi pantai pada hari yang sama, Sabtu (31/1), sekitar pukul 15.30 WIT.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan abrasi pantai di Desa Puao, Kecamatan Wasile Tengah, yang mengakibatkan kerusakan talud penahan ombak sepanjang 200 meter.
“Sebanyak 16 rumah warga terdampak dan empat perahu nelayan dilaporkan terbawa ombak,” ujarnya.
Hingga Sabtu malam (31/1), banjir masih menggenang di Desa Soagimalaha. Sementara itu, angin kencang dan abrasi pantai masih terjadi di Desa Puao.
Keterangan foto: Kerusakan talud penahan ombak akibat hantaman gelombang pasang di Desa Puao, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, Sabtu (31/1/2026). Foto: BPBD Kabupaten Halmahera Timur.









