Komdigi: Perubahan Industri Periklanan Mengubah Peta Bisnis Media

Komdigi: Perubahan Industri Periklanan Mengubah Peta Bisnis Media

Berita Utama | idxchannel | Kamis, 5 Februari 2026 - 13:34
share

IDXChannel - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan komitmen pemerintah untuk terus menjaga ekosistem pers yang sehat di tengah disrupsi teknologi dan tekanan ekonomi yang kian berat.

Hal ini disampaikan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Komdigi, Fifi Alyeda Yahya dalam sambutannya mewakili Menkomdigi, Meutya Hafid dalam outlook media 2026 bertajuk 'Memandang Masa Depan Media: Sinergi Bisnis, Tren Periklanan,  dan integritas di era hiper-konektivitas' yang digelar Dewan Pers, Kamis (5/2/2026).

Sebagai pilar demokrasi, kata dia, pers yang berkelanjutan merupakan kepentingan bersama. Untuk itu, Pemerintah berkomitmen hadir melalui regulasi, mulai dari UU Pers, UU Penyiaran, hingga aturan di ranah digital, untuk memastikan ekosistem media yang sehat, berkeadilan, dan berintegritas.

"Pemerintah berkomitmen untuk terus menjadi mitra dalam menjaga ekosistem pers yang sehat, pers yang mampu bertahan secara ekonomi, tetap independen secara editorial, dan dipercaya oleh publik karena pers yang kuat dan berintegritas bukan hanya kebutuhan industri melainkan fondasi penting bagi masyarakat yang demokratis dan berdaya," kata Fifi.

Meski begitu, ia menegaskan tentang pentingnya menjaga integritas jurnalistik. Hal ini tak terlepas dari dilema nyata yang dihadapi insan pers saat ini, yakni antara mengejar kecepatan (viral) atau mempertahankan ketepatan (verifikasi).

"Informasi kini bergerak dalam hitungan detik dan algoritma sangat memengaruhi apa yang kita lihat. Kecepatan kerap lebih dihargai daripada ketepatan, dan viral seringkali lebih menarik dibandingkan verifikasi," ujarnya

"Pemerintah menyadari bahwa perubahan industri periklanan telah mengubah peta bisnis media," katanya.

Hal ini, kata dia, menciptakan tantangan besar bagi kesejahteraan pekerja media dan eksistensi perusahaan pers.

"Media menghadapi dilema yang nyata, bertahan hidup atau menjaga kualitas, mengejar klik atau menjaga kepercayaan, mengikuti arus atau tetap memegang kompas," lanjutnya.

Namun, Komdigi menekankan bahwa integritas bukanlah penghalang bagi pesatnya kemajuan teknologi. Di era hiperkonektivitas, integritas berarti tahu kapan harus bergerak cepat dan kapan harus berhenti sejenak untuk konfirmasi.

Dia meyakini kepercayaan publik bukan hanya sekadar nilai etis, melainkan aset ekonomi yang krusial. Media yang terpercaya diyakini akan memiliki audiens yang lebih loyal, reputasi yang kuat, dan posisi tawar yang lebih baik di masa depan.

"Batas ini memang tidak selalu nyaman, tapi justru di sanalah kepercayaan publik terbangun," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Topik Menarik