Misteri Pembunuhan Lansia di Jatibening Bekasi, Keluarga Ungkap Tak Ada Barang Hilang
BEKASI, iNews.id - Misteri tewasnya lansia mantan karyawan BUMN di Perumahan Prima Lingkar Asri, Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, masih terus didalami polisi. Di tengah dugaan pembunuhan dan perampokan, pihak keluarga membantah adanya barang berharga yang hilang dari rumah korban.
Korban diketahui bernama Hermanto Usman (65). Dia ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumahnya, sementara sang istri mengalami luka serius di bagian kepala dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS Primaya Bekasi.
Petugas gabungan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut. Garis polisi masih terpasang di lokasi dan ceceran darah terlihat di dalam kamar korban.
Putra korban, Putra, mengatakan pihak keluarga belum bisa menyimpulkan motif kejadian tersebut, termasuk dugaan perampokan.
“Saya belum bisa menyimpulkan. Tapi kalau perampokan, tidak ada barang berharga satu pun yang diambil,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Dia menambahkan, informasi mengenai hilangnya gelang emas yang sempat beredar tidak sepenuhnya benar. Menurut dia, emas tersebut ditemukan kembali dalam kondisi terselip di dalam rumah.
“Kunci mobil itu kan tidak bisa kalau mobilnya tidak diambil. Kalau gelang emas, informasi dari adik saya ada. Karena itu kami belum simpulkan, kita tunggu saja dari aparat kepolisian,” katanya.
Terkait kondisi ibunya, Putra belum dapat memberikan keterangan detail.
“Kondisi Ibu saya belum bisa saya info kan ya. Kondisi Ibu masih dalam perawatan. Ibu saya cidera di kepala,” ucapnya.
Dia juga menyebut saat kejadian pintu kamar dalam kondisi terkunci dan kunci tidak ditemukan.
“Waktu itu kondisi pintu kamar terkunci dari dalam dan kuncinya tidak ada,” katanya.
Namun, dia tidak melihat adanya kerusakan pada pintu kamar tersebut.
“Yang saya lihat tidak ada kerusakan di pintu, tapi kami tunggu hasil investigasi,” ujarnya.
Untuk mempercepat pengungkapan kasus, polisi juga mengerahkan anjing pelacak guna menelusuri jejak pelaku. Anjing pelacak mengarah hingga ke Jalan Arteri Kalimalang, yang diduga menjadi jalur masuk dan kabur pelaku.
Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian Hermanto Usman yang sempat diduga sebagai korban perampokan tersebut.










