Menhub Akui Proyek LRT Bali Terkendala Investor, Water Taxi Jadi Alternatif
IDXChannel - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengakui hingga saat ini investor belum tertarik untuk menggarap proyek LRT di Provinsi Bali sebagai solusi kemacetan. Adapun penjajakan sudah sempat dilakukan untuk mencari partner potensial.
Dudy mengatakan sebelumnya ada investor asing melirik proyek tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan investasi tersebut akan direalisasikan. Sebab, pemerintah menargetkan proyek LRT Bali dibangun tanpa menggunakan kas negara.
"Memang sebelum ini saya mendapatkan informasi bahwa ada minat, namun sampai sekarang ini belum ada investor lagi yang datang atau membicarakan mengenai pengembangan kereta di Bali," ujarnya di K0mpleks DPR RI, Rabu (8/4/2026).
Salah satu solusi pengganti untuk mengatasi kemacetan di Bali yang kerap muncul saat periode musim libur panjang adalah membangun moda transportasi water taxi. Proyek ini akan memindahkan orang dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke wilayah Canggu menggunakan jalur laut.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah mengantongi minat investor dari negara Uni Emirat Arab (UEA), Inggris, hingga Korea Selatan untuk membangun LRT di Bali. Adapun Feasibility Study (FS) dilakukan oleh Korea National Railways dengan pembiayaan grant dari Korea Exim Bank.
Melalui FS yang telah sempat disusun, Pemerintah rencananya bakal membangun LRT Bali sepanjang 20 KM dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali hingga ke wilayah Canggu. Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) mengungkapkan bahwa pembangunan LRT Bali direncanakan akan dibangun melalui jalur bawah tanah.
"Kami tetap berusaha untuk menawarkan kepada pihak investor yang tertarik terhadap pengembangan jalur kereta, baik MRT, LRT, di wilayah Bali. Oleh karena itu kami datang dengan salah satu solusi water taxi itu, untuk menjembatani antara waktu yang ada dan investor yang akan masuk," kata Dudy.
Water taxi akan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata Canggu yang selama ini dikenal padat lalu lintas. Berdasarkan hasil kajian, perjalanan darat dari bandara menuju Canggu dapat memakan waktu hingga 1–2 jam, sementara melalui jalur laut hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
"Water taxi merupakan salah satu solusi alternatif dalam mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di provinsi Bali," kata Dudy.
(NIA DEVIYANA)










