Mentan Ungkap Stok Beras RI Tembus 5,1 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Mentan Ungkap Stok Beras RI Tembus 5,1 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Berita Utama | inews | Kamis, 23 April 2026 - 11:38
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) telah mencapai 5,1 juta ton. Dia menuturkan, angka ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Amran mengatakan, capaian ini sebagai hasil kerja bersama berbagai pihak, tidak hanya Kementerian Pertanian (Kementan). Dia menegaskan, kontribusi datang dari berbagai institusi, mulai dari Bulog, TNI, Polri, hingga dukungan masyarakat luas.

"Alhamdulillah, hari ini, tanggal 23 April 2026, sekarang jam 8.55, stok beras seluruh Indonesia 5.198.000 ton. Ini adalah pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama, inilah hasil kerja keras kita semua," kata Amran saat mengunjungi Gudang Bulog di Karawang, Kamis (23/4/2026). 

Dia menjelaskan, lonjakan stok berdampak pada keterbatasan kapasitas penyimpanan. Saat ini, kapasitas gudang Bulog sekitar 3 juta ton, sehingga pemerintah harus menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton yang kini hampir terisi penuh.

Mentan Amran Sulaiman saat meninjau persediaan beras di Gudang Bulog di Karawang, Kamis (23/4/2026). (Foto: Tangguh Yudha)

Bahkan, pemerintah tengah menambah lagi kapasitas sewa sekitar 1 juta ton untuk mengantisipasi peningkatan stok dalam waktu dekat.

"Totalnya gudang kapasitas di sini saja, Karawang, kita sewa 102.000 ton, yang sudah terisi 80.000 ton. Mungkin dua minggu ke depan ini penuh lagi. Sekarang kita sudah sewa gudang seluruh Indonesia, 2 juta ton, kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton,dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya," tuturnya.

Lebih lanjut, Amran menilai kondisi ini menunjukkan perbaikan signifikan dalam ketahanan pangan nasional. Dia mengingatkan bahwa pada periode 2023-2024, Indonesia masih mengimpor beras hingga 7 juta ton.

Namun, pada 2025 Indonesia tidak lagi melakukan impor, dan pemerintah menargetkan kondisi tersebut berlanjut pada 2026.

“Insyaallah 2026 kita tidak impor beras,” ucapnya.

Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, Amran juga menyebut Indonesia kini mulai berkontribusi pada stabilitas pangan global, terutama bagi negara-negara dengan konsumsi beras tinggi.

diA menegaskan, capaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia, khususnya karena terjadi pada periode April yang biasanya belum mencapai puncak stok nasional.

"Cadangan kita adalah tertinggi sepanjang sejarah di bulan April," katanya.

Topik Menarik