Perwira Militer Israel Frustrasi Perang di Lebanon, Jadi Bulan-bulanan Drone Hizbullah
TEL AVIV, iNews.id - Para perwira militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengaku frustrasi menghadapi perang darat di Lebanon. Pasukan Israel seperti menjadi bulan-bulanan serangan drone Hizbullah, yang terus menimbulkan korban di medan tempur.
Pengakuan ini mengejutkan karena datang langsung dari internal militer Israel. Para perwira menyebut mereka memasuki perang tanpa kesiapan memadai, khususnya dalam menghadapi ancaman drone kamikaze yang kini menjadi senjata andalan Hizbullah.
“Kami memasuki perang di Lebanon tanpa peralatan yang memadai untuk menghadapi ancaman drone,” ujar seorang pejabat militer senior kepada Army Radio, dikutip Kamis (30/4/2026).
Serangan drone Hizbullah dilaporkan terjadi hampir setiap hari, menargetkan pos-pos militer Israel. Dalam beberapa insiden terbaru, serangan tersebut bahkan menewaskan tentara Israel, memperparah tekanan di kalangan pasukan di garis depan.
Drone kamikaze disebut menjadi tantangan operasional utama bagi pasukan Pasukan Pertahanan Israel.
Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Waspada Campak usai Dokter di Cianjur Meninggal, Ini Isinya
Dalam forum komando senior di Ramat David, para komandan lapangan mengaku kesulitan menemukan cara efektif untuk menanggulangi serangan yang semakin intens.
Komandan Brigade Artileri ke-282, yang terlibat langsung dalam operasi di Lebanon, bahkan menegaskan ancaman drone kini menjadi masalah terbesar yang mereka hadapi di medan perang.
Kondisi di lapangan pun tidak lebih baik. Seorang tentara Israel mengungkapkan bahwa pengarahan yang diberikan kepada pasukan sangat terbatas.
“Tetap waspada, dan jika Anda melihat drone, tembaklah,” ujarnya, menggambarkan minimnya solusi konkret dari komando.
Situasi ini semakin disorot karena sebenarnya militer Israel memiliki waktu untuk mempersiapkan diri. Penggunaan drone dalam konflik modern sudah meningkat sejak perang Rusia-Ukraina pada 2023 hingga serangan besar Hamas pada 7 Oktober 2023.
Bahkan, laporan Army Radio menyebut Kepala Staf IDF, Eyal Zamir, sempat menegur Komandan Angkatan Udara Tomer Bar enam bulan lalu terkait kegagalan dalam mengantisipasi ancaman drone.










