Iran Beri Waktu AS 1 Bulan untuk Akhiri Blokade Selat Hormuz

Iran Beri Waktu AS 1 Bulan untuk Akhiri Blokade Selat Hormuz

Berita Utama | inews | Senin, 4 Mei 2026 - 11:16
share

TEHERAN, iNews.id - Iran menetapkan tenggat waktu kepada Amerika Serikat (AS) selama satu bulan untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan tidak akan memenuhi permintaan tersebut dan tetap mempertimbangkan opsi militer.

Melansir Turkiye Today, Teheran mengajukan proposal 14 poin yang telah direvisi kepada Washington pada Kamis pekan lalu.

Isi proposal itu menguraikan tenggat waktu yang ketat untuk menyelesaikan isu-isu kunci yang terkait dengan akses maritim, blokade, dan konflik yang lebih luas yang melibatkan Iran dan Lebanon, menurut media Iran.

Sumber yang mengetahui dokumen tersebut mengatakan, fase awal berfokus pada pengamanan perjanjian kerangka kerja dalam waktu satu bulan.

Setelah tahapan pertama selesai, maka fase kedua akan dimulai, dengan waktu satu bulan lagi pembicaraan yang berpusat pada program nuklir Iran, menurut laporan tersebut, yang sebelumnya ditolak oleh Washington.

Trump tampak berhati-hati saat mempertimbangkan proposal tersebut. Saat berbicara kepada wartawan sebelum berangkat dari Palm Beach, dia mencatat akan meninjau secara detail selama penerbangan.

"Saya sedang mempelajarinya. Saya akan memberi tahu Anda nanti," ucap Trump pada Sabtu (2/5/2026). 

Meski sebelumnya menyatakan kepada Kongres AS bahwa perang dengan Iran telah berakhir, Trump membenarkan blokade yang masih diterapkan Angkatan Laut AS hingga saat ini. Namun, pada saat yang sama, Trump membuka opsi untuk aksi militer terbaru jika ketegangan di wilayah tersebut meningkat.

"Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, tetapi saat ini, kita akan lihat. Itu adalah kemungkinan yang bisa terjadi, tentu saja," ucap Trump saat ditanya terkait potensi serangan baru.

Perundingan antara Iran dan AS masih buntu sejak gencatan senjata berlaku pada 8 April, setelah putaran negosiasi di Pakistan gagal menghasilkan terobosan.

Sejak perang dimulai, Iran telah memperketat pengawasannya di Selat Hormuz, yang mengganggu aliran utama minyak, gas, dan pupuk. Sementara itu, AS menanggapinya dengan blokade balasan terhadap pelabuhan Iran untuk mengekang sumber daya ekonomi Teheran setelah negosiasi awal gagal. 

Topik Menarik