Dosa Besar Cristiano Ronaldo yang Bikin Portugal Ditahan RD Kongo
LISBON, iNews.id – Cristiano Ronaldo menjadi sorotan tajam usai performa Portugal berakhir imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Frustrasi terlihat jelas di wajah dia yang gagal mencetak gol dan kesulitan memberi dampak maksimal untuk tim.
Hasil imbang tersebut membuat langkah Portugal di fase grup tidak berjalan mulus. Ronaldo, yang menjadi figur sentral tim, beberapa kali tampak emosional di lapangan karena peluang demi peluang tidak berbuah gol.
Striker Al-Nassr itu membidik gol di Piala Dunia keenamnya. Dia pertama kali mencetak gol di ajang ini pada Piala Dunia 2006 di Jerman saat masih berusia 21 tahun.
Ronaldo juga mengejar catatan historis lain. Jika mencetak gol di turnamen ini, dia akan menjadi pemain tertua kedua yang pernah mencetak gol di Piala Dunia, hanya kalah dari legenda Kamerun Roger Milla.
Di usia 41 tahun, produktivitas Ronaldo sebenarnya tidak perlu diragukan. Dia sudah mencetak 973 gol sepanjang karier bersama klub dan tim nasional, dengan 143 gol di antaranya lahir bersama Portugal.
Namun, mayoritas gol tersebut tidak tercipta saat dia berperan sebagai penyerang murni. Sepanjang karier, Ronaldo lebih sering mencetak gol saat bergerak dari sisi sayap, bukan berdiri sebagai target man di kotak penalti.
Analisis Tajam Thierry Henry
Legenda Prancis dan Barcelona Thierry Henry menilai aspek itu menjadi akar masalah Portugal pada laga pertama. Dalam analisisnya di FOX, Henry menjelaskan Ronaldo terlalu fokus mengejar gol pribadi sehingga mengganggu alur serangan tim.
“Satu hal yang penting, terutama untuk penonton di rumah. Tim yang perlu mencetak gol, bukan kamu yang harus mencetak gol,” ujar Henry dikutip dari Sport Bible.
“Portugal sedang menguasai bola, Conceicao akan menerima bola, dan Cristiano Ronaldo sudah berkali-kali berada di posisi seperti ini,” lanjutnya.
“Jika dia berlari ke area itu, dia memaksa bek mengambil keputusan untuk menutup area enam yard. Namun karena dia ingin mencetak gol, dia justru masuk ke jalur Bruno Fernandes,” kata Henry.
“Jika dia masuk ke area enam yard, bek harus mengikutinya dan itu akan menjadi peluang mudah untuk Bruno Fernandes. Namun karena dia ingin mencetak gol, dia justru memotong jalur dan masuk ke arah umpan balik. Situasi itu membuat pertahanan lebih mudah,” ucap Henry.
“Itulah alasan saya mengatakan tim yang perlu mencetak gol, bukan kamu. Kamu bisa melihat reaksi Bruno Fernandes di belakang,” tambahnya.
Terlepas dari hasil imbang tersebut, tim asuhan Roberto Martinez tetap optimistis lolos sebagai juara grup. Portugal masih akan menghadapi Uzbekistan dan Kolombia pada dua laga sisa fase grup.
Namun, posisi Ronaldo sebagai starter mulai dipertanyakan. Martinez berpeluang melakukan perubahan taktik dengan memasang penyerang murni Goncalo Ramos demi memperlancar alur serangan tim.









