Bos Danantara Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Direksi Himbara, Bahas Suku Bunga BI?

Bos Danantara Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Direksi Himbara, Bahas Suku Bunga BI?

Berita Utama | inews | Kamis, 18 Juni 2026 - 16:41
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan seluruh jajaran komisaris dan direksi bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Pertemuan tersebut memicu perhatian besar lantaran berlangsung tepat menjelang pengumuman sensitif Bank Indonesia (BI) yang mengerek naik BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) ke level 5,75 persen.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengonfirmasi bahwa arah pembicaraan dalam pertemuan itu sengaja difokuskan untuk membedah dinamika dan tantangan perekonomian nasional saat ini bersama para petinggi bank-bank pelat merah. Kendati demikian, dia masih enggan mengurai rincian materi teknis yang disodorkan kepada Presiden.

"Soal ini nanti dengan bank-bank Himbara tentang ekonomi," kata Pandu saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (18/6/2026).

Saat ditanya oleh wartawan mengenai potensi instruksi khusus maupun intervensi target dari Presiden Prabowo kepada industri perbankan nasional, Pandu meminta publik untuk bersabar menanti hasil akhir dari forum tersebut. 

Dia juga memilih untuk tidak berspekulasi terkait ada atau tidaknya penugasan proyek strategis baru bagi emiten perbankan BUMN, mengingat seluruh manajemen masih harus mendengarkan pidato dan arahan langsung dari kepala negara.

Pandu juga secara tegas menepis adanya spekulasi yang mengaitkan momentum pemanggilan jajaran Himbara ini dengan keputusan pengetatan moneter yang dirilis oleh bank sentral pada hari yang sama.

"Ya nanti kita dengar saja," ucap Pandu saat ditanya mengenai penyelenggaraan rapat yang bertepatan dengan pengumuman BI Rate.

Lebih lanjut, Pandu memberikan klarifikasi bahwa kesamaan waktu antara koordinasi di Istana dan kebijakan moneter BI murni merupakan sebuah faktor ketidaksengajaan di lapangan. Dia membantah anggapan bahwa Istana menggelar rapat darurat atau mendadak guna merespons pergerakan suku bunga.

"Ya kalau bersamaan enggak apa-apa, ini kebetulan aja," tuturnya.

Pandu memastikan bahwa agenda ini merupakan bagian dari garis kebijakan berkala pemerintah yang cetak birunya sudah dipersiapkan sejak jauh hari.

"Ini sudah dijadwalkan," ucap Pandu.

Sebagai informasi, keseriusan pertemuan ini tecermin dari masifnya daftar undangan yang beredar, di mana total terdapat 93 undangan yang ditujukan kepada jajaran komisaris serta direksi dari lima bank pelat merah utama, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI.

Kehadiran formasi lengkap dari komando tertinggi Himbara ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah merumuskan jangkar kebijakan strategis untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan dan mengawal stabilitas ekonomi nasional.

Topik Menarik