Trump Klaim Iran Setuju Fasilitas Nuklirnya Diperiksa

Trump Klaim Iran Setuju Fasilitas Nuklirnya Diperiksa

Berita Utama | inews | Selasa, 23 Juni 2026 - 19:08
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim Iran setuju untuk mengizinkan tim inspeksi internsaional memeriksa fasilitas nuklirnya tanpa batas waktu. Isu nuklir Iran dibahas dalam negosiasi lanjutan kedua negara pasca-pertemuan di Swiss akhir pekan lalu.

Trump juga mengatakan, AS tidak akan melanjutkan blokade maritim lagi di Selat Hormuz. Meski demikian militernya siap untuk memberlakukan kembali jika perlu.

"Terlepas dari protes dan pernyataan palsu mereka (Iran) yang bertentangan, ditambah gempuran berita hoaks, yang melakukan segala upaya untuk mengerdilkan kemenangan AS sesignifikan mungkin, Iran sepenuhnya dan secara menyeluruh menyetujui inspeksi nuklir tingkat tertinggi untuk jangka waktu yang lama di masa depan," kata Trump, dalam pernyataan di akun Truth Social, Selasa (23/6/2026).

Trump melanjutkan langkah ini akan menjamin pengendalian nuklir Iran. Sebaliknya, jika Iran menentangnya, AS siap melancarakan serangan kembali.

"Jika mereka tidak menyetujui ini, tidak akan ada negosiasi lebih lanjut!" katanya. 

Jika Iran menyetujuinya, Trump akan membuka Selat Hormuz, tanpa blokade maritim terhadap Iran.

Trump melanjutkan, negosiasi dengan Iran mengenai perjanjian perdamaian berjalan dengan sukses.

"Uang dan/atau sanksi yang diberlakukan Departemen Keuangan AS masuk dalam rekening penampungan (escrow), yang dikendalikan AS, dan akan digunakan untuk membeli makanan dan perlengkapan medis, secara eksklusif dari AS, termasuk jagung, gandum, dan kedelai dari petani-petani kami yang hebat. Ini merupaka barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh Iran," katanya.

Trump melanjurkan, Iran mengalami krisis kemanusiaan sehingga perlu bagi AS untuk membantu.

"Saya merasa perlu untuk membantu, sekarang, sebelum terlambat. Pembicaraan berjalan dengan baik," tulis Trump.

Topik Menarik