Iran: MoU Perdamaian Sama Saja Deklarasi Kekalahan Perang AS
BAKU, iNews.id - Iran menyebut perjanjian damai penghentian perang antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS) sama saja dengan deklarasi kekalahan.
Kepala juru runding Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) damai pada pekan lalu merupakan bentuk kekalahan AS.
"Kesepahaman (MoU) Islamabad bukan berasal dari tekanan atau paksaan, melainkan hasil dari perlawanan dan otoritas bangsa Iran yang pemberani," kata Ghalibaf, dalam kunjungan di Baku, Azerbaijan, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (24/6/2026).
"Itulah mengapa Nota Kesepahaman Islamabad menjadi deklarasi kekalahan Amerika," ujarnya, lagi.
Pria yang juga menjabat ketua parlemen Iran itu menambahkan, negara-negara di Timur Tengah seharusnya bisa menentukan struktur keamanan secara mandiri di kawasan, tidak mengandalkan pihak lain.
Maarten Paes Bantu Ajax Amsterdam Lolos Liga Konferensi Eropa 2026-2027, Oscar Garcia Bahagia!
"Kami menganggap penarikan pasukan militer asing dari kawasan sebagai tujuan strategis. Kami melihat masa depan kawasan bukan dalam konfrontasi, tapi interaksi. Pangkalan (militer) pasukan ekstra-regional di Asia Barat merupakan sumber ketidakstabilan," ujarnya.
Ghalibaf menegaskan, Iran siap bekerja sama dengan negara-negara di Timur Tengah berdasarkan prinsip “tidak ikut campur tangan dalam urusan dalam negeri dan penghormatan terhadap kedaulatan”.
Dia menegaskan kembali sikap Iran bahwa Israel harus menghentikan serangan dan pendudukannya di Lebanon Selatan.
Iran, tegas dia, tidak akan meninggalkan mitra strategis mengalami kesulitan. Oleh karena itu gencatan senjata dan pengakhiran perang di Lebanon sama pentingnya dengan penghentian perang di Iran.









