Ukraina Minta ke Rusia Perang Dibatasi di 4 Wilayah Saja, Terpojok?
MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkap, Ukraina mengajukan usulan agar perang dengan militernya dibatasi hanya di empat wilayah. Menurut Putin, Kiev juga meminta agar kedua negara menghentikan serangan jauh ke wilayah masing-masing yang selama sebulan terakhir memicu eskalasi konflik.
Putin mengatakan, usulan tersebut disampaikan Ukraina dalam pembahasan terbaru. Salah satu poinnya adalah membatasi operasi tempur hanya di Wilayah Kherson, Zaporizhzhia, Republik Rakyat Donetsk (DPR), dan Republik Rakyat Luhansk (LPR). Sementara pertempuran di wilayah lainnya dihentikan.
"Yaitu, untuk melakukan operasi tempur hanya di Wilayah Kherson, Zaporozhye (Zaporizhzhia), Republik Rakyat Donetsk, dan Republik Rakyat Luhansk, dan menghentikan operasi tempur di semua wilayah lainnya," kata Putin, dalam wawancara dengan jurnalis Rusia, Pavel Zarubin, seperti dikutip Sputnik, Selasa (30/6/2026).
Selain itu, lanjut Putin, Ukraina juga mengajukan penghentian serangan ke wilayah terdalam musuh.
"Ada juga usulan baru, tapi saya siap menyebutkan beberapa di antaranya. Misalnya, menghentikan serangan jauh ke wilayah Ukraina dari kedua pihak," katanya.
Menurut Putin, Rusia memahami alasan di balik proposal tersebut. Dia menilai serangan Rusia yang menjangkau wilayah-wilayah terdalam Ukraina menimbulkan tekanan besar terhadap militer Kiev.
"Jelas mengapa usulan ini diajukan, karena serangan balasan kita jauh ke wilayah Ukraina, jauh lebih kuat, sensitif, dan terus terang, merusak, sehingga menyebabkan konsekuensi sangat serius bagi rezim Kiev," kata Putin.
Selama sebulan terakhir, Rusia dan Ukraina saling meningkatkan serangan hingga ke wilayah yang jauh dari garis depan. Rusia dibuat kerepotan oleh serangan drone Ukraina yang bahkan mampu menjangkau wilayah Moskow.
Sebaliknya, Rusia terus menggempur Ibu Kota Kiev menggunakan rudal-rudal mematikan serta melancarkan serangan ke berbagai kota di pedalaman Ukraina.
Meski mengungkapkan isi proposal dari Ukraina, Putin belum memberikan sinyal bahwa Moskow akan menerimanya. Rusia juga belum menyampaikan tanggapan resmi, namun Moskow diperkirakan akan menolak usulan pembatasan wilayah pertempuran tersebut.









