Luncurkan Rudal dan Drone! Iran Gempur 8 Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Kuwait

Luncurkan Rudal dan Drone! Iran Gempur 8 Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Kuwait

Berita Utama | inews | Selasa, 30 Juni 2026 - 09:48
share

TEHERAN, iNews.id - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke delapan fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait pada Minggu (28/6/2026). Aksi tersebut diklaim sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah fasilitas militer Iran.

Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa serangan menyasar sejumlah instalasi strategis milik Amerika Serikat, termasuk Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait serta markas Armada Kelima Angkatan Laut AS (U.S. 5th Fleet) dan Komando Pusat Angkatan Laut AS (NAVCENT) di Pelabuhan Salman, Bahrain.

IRGC menyatakan operasi militer itu merupakan respons langsung atas serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas Iran di Sirik dan Pulau Qeshm.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerukan pembentukan sistem keamanan regional yang melibatkan negara-negara Teluk tanpa campur tangan kekuatan militer dari luar kawasan.

Dalam pertemuan dengan Penasihat Keamanan Nasional Irak, Qasim al-Aboudi, Araghchi menilai negara-negara Teluk harus mengambil pelajaran dari perkembangan beberapa bulan terakhir dan bersama-sama membangun arsitektur keamanan kawasan.

Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya mencakup aspek pertahanan, tetapi juga ekonomi, serta harus bebas dari kehadiran kekuatan militer asing.

Araghchi juga memperingatkan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kendali penuh Iran selama 30 hari ke depan. Menurutnya, setiap serangan baru dari Amerika Serikat hanya akan semakin memperburuk situasi yang telah memanas.

Meski ketegangan meningkat, Iran dan Amerika Serikat dilaporkan tetap sepakat melanjutkan pembicaraan teknis di Qatar pada pekan ini. Berdasarkan laporan Axios, perundingan tersebut bertujuan mencari jalan menuju penghentian perang secara permanen.

Topik Menarik