Dikecam karena Rasis, Senator Paraguay Malah Tuntut Kylian Mbappe Minta Maaf di Piala Dunia 2026

Dikecam karena Rasis, Senator Paraguay Malah Tuntut Kylian Mbappe Minta Maaf di Piala Dunia 2026

Berita Utama | okezone | Rabu, 8 Juli 2026 - 15:13
share

PIALA Dunia 2026 kembali menghadirkan perseteruan panas di luar arena pertandingan. Terbaru, Senator Paraguay, Madame Celeste Amarilla, merilis surat terbuka yang meledak-ledak sebagai respons atas perselisihan verbalnya yang sedang berlangsung dengan kapten Tim Nasional (Timnas) Prancis, Kylian Mbappe.

1. Awal Mula Perselisihan

Ketegangan ini bermula setelah Prancis menyingkirkan Paraguay dengan skor 1-0 di babak 16 Piala Dunia 2026 besar lewat gol penalti Mbappe, pada Minggu 5 Juli 2026. Meski laga berjalan keras, skuad Paraguay secara mengejutkan tidak menerima satu pun kartu kuning, sementara Mbappe yang merasa tidak puas dengan sikap lawan dilaporkan menolak menjabat tangan kiper Paraguay, Orlando Gill, saat peluit panjang berbunyi.

 

Usai laga tersebut, Senator Amarilla melontarkan serangan rasialis yang sangat ofensif melalui media sosial miliknya. Mbappe tidak tinggal diam dan langsung mengecam keras tindakan tersebut sebagai bentuk rasisme yang tak tahu malu, sementara Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) langsung mengambil sikap tegas dengan berencana mengajukan gugatan hukum.

2. Tuntutan Balik sang Senator

Meski menuai kecaman luas dari publik global, Amarilla justru bersikap keras kepala dengan berbalik menuntut permintaan maaf dari Mbappe melalui unggahan panjang di akun Instagram pribadinya. Uniknya, sang politisi mengklaim dirinya sangat mencintai Prancis karena menempuh pendidikan di sekolah Prancis sejak usia dini, sehingga masalah ini murni bersifat pribadi dengan Mbappe.

“Ini tidak ada hubungannya dengan Prancis. Masalahnya ada pada Anda. Kesombongan dan penghinaan Anda membuat saya marah jauh sebelum pertandingan, ketika Anda berkata, 'Jika kita harus mengotori tangan kita, maka mari kita lakukan.' Kami tidak bodoh. Kami sepenuhnya mengerti bahwa yang Anda maksud dengan 'kotoran' adalah tim Paraguay,” kata Amarilla, dilansir dari Give Me Sport, Rabu (8/7/2026).

Kylian Mbappe vs Senator Paraguay

Lebih lanjut, sang senator juga mengkritik tindakan Mbappe yang menolak bersalaman dan justru berteriak merayakan kemenangan di depan wajah pemain Paraguay sebagai tindakan yang tidak beretika. Amarilla berkilah unggahan rasialis pertamanya ditulis dalam kondisi emosi yang meluap-luap demi membela para pemainnya, meskipun ia akhirnya menghapus unggahan tersebut karena menyesal telah membalas dengan hinaan yang sama.

“Anda menolak untuk berjabat tangan dengannya dan meneriakkan kemenangan Anda di depannya. Dalam sekejap, Anda menunjukkan penghinaan, kesombongan, dan perilaku buruk. Itu menyakiti saya, itu menyakiti seluruh negara saya, dan itu sangat menyakitkan,” tambahnya.

 

Namun, Amarilla menolak disebut sebagai wanita tercela yang tidak layak menduduki jabatan politik sebagaimana yang dituduhkan Mbappe sebelumnya.

Menempatkan dirinya sebagai korban, senator yang terpilih secara demokratis ini justru menuduh Mbappe telah melakukan kekerasan berbasis gender dan kekerasan politik terhadap dirinya sebagai seorang perempuan, serta mengancam akan membawa kasus ini ke jalur hukum jika sang pemain tidak mencabut pernyataannya.

Mbappe saat Prancis vs Swedia di Piala Dunia 2026 (Instagram/@equipdefrance)

"Sekarang saya menuntut agar Anda juga menarik kembali pernyataan Anda dan meminta maaf kepada saya. Saya juga tidak akan mentolerir kekerasan Anda. Anda tidak mengenal saya. Anda tidak tahu siapa saya, dan Anda tidak berhak mengatakan bahwa SAYA ADALAH SEORANG WANITA YANG JIJIK, TIDAK LAYAK UNTUK JABATAN YANG SAYA PEGANG. Saya adalah Senator Negara Paraguay, dipilih oleh rakyat,” tutup Amarilla.

Topik Menarik