Heboh soal Rumah Jampidsus Dijaga Pasukan Elite TNI hingga Penggeledahan Polri, Istana Buka Suara!

Heboh soal Rumah Jampidsus Dijaga Pasukan Elite TNI hingga Penggeledahan Polri, Istana Buka Suara!

Berita Utama | okezone | Jum'at, 10 Juli 2026 - 09:48
share

JAKARTA – Pihak Istana dalam hal ini Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara terkait pihak kepolisian yang mengusut dugaan korupsi dengan menggeledah 13 lokasi dan prajurit TNI berjaga di rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Diketahui, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri melakukan penggeledahan di 13 lokasi terkait dugaan kasus korupsi, suap, gratifikasi, hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) diantaranya blackout batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel.

 “Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Kepolisian. Kita juga menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sehingga terhindar dari spekulasi maupun penilaian yang tidak produktif,” tegas Prasetyo, Jumat (10/7/2026).

 

Prasetyo mengatakan bahwa sejak awal, Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen yang sangat kuat dalam pemberantasan korupsi.

“Beliau berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya para aparatur negara, agar segera berbenah dan membersihkan diri sebelum tindakan penegakan hukum atau pembersihan itu dilakukan,”ujarnya.

Dia melanjutkan, Presiden, sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan, terus menegaskan bahwa korupsi merupakan salah satu pekerjaan rumah terbesar bangsa ini.

“Namun demikian, apa pun tantangan yang kita hadapi, kita tidak boleh menyerah dan tidak boleh patah semangat. Kita harus terus memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, dan membangun pemerintahan yang bersih,” kata dia.

 

Prasetyo pun mengungkapkan bahwa yang tidak kalah penting saat ini adalah menjaga kondusivitas, stabilitas, dan persatuan sebagai sesama anak bangsa.

“Hanya dengan suasana yang aman, bersatu, dan saling percaya, kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa serta mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi batu bara yang ditangani Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menjadi sorotan setelah penyidik menggeledah 13 lokasi sejak Rabu (8/7/2026). Lokasi yang digeledah meliputi sebuah restoran di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, serta sebuah rumah mewah di Sentul, Bogor.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita uang tunai dalam jumlah besar dan emas seberat puluhan kilogram. Di tengah rangkaian penggeledahan itu, aparat TNI juga terlihat melakukan pengamanan di kediaman Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Meski begitu, TNI menegaskan bahwa pengamanan tersebut tidak berkaitan dengan penggeledahan yang dilakukan Polri. Menurut TNI, penempatan personel dilakukan atas permintaan Kejaksaan Agung dan telah melalui mekanisme koordinasi yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang perlindungan terhadap jaksa dalam menjalankan tugasnya.

Topik Menarik