Spanyol Selidiki Kepala Staf Militer Israel terkait Penangkapan Aktivis Global Flotilla
MADRID, iNews.id - Pengadilan Nasional Spanyol membuka penyelidikan terhadap pejabat militer senior Israel terkait penahanan ilegal para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF).
Namun pengadilan membatasi penyelidikan hanya pada insiden yang melibatkan kapal berbendera Spanyol dalam misi yang berlangsung pada September-Oktober 2025, bukan yang terbaru.
Hakim Francisco de Jorge, yang memimpin sidang, mengatakan pihaknya menerima laporan yang diajukan Partai Komunis Spanyol, Partai Federal Kiri Bersatu, dan beberapa aktivis GSF terhadap Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Eyal Zamir serta Komandan Angkatan Laut (AL) Israel, Ram Rothberg.
Pengaduan tersebut berkaitan dengan pencegatan kapal GSF yang membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza oleh pasukan Israel pada 1 Oktober 2025.
Menurut putusan tersebut, pasukan Israel menaiki beberapa kapal di perairan internasional sekitar 70 mil laut dari pantai, termasuk kapal-kapal yang mengibarkan bendera Spanyol.
Hakim mengatakan pengaduan tersebut menuduh personel Israel secara paksa mengambil alih kapal, merusak properti, serta menahan kru kapal secara ilegal, termasuk puluhan warga Spanyol.
Menurut putusan tersebut, para penggugat menuduh para tahanan dikurung di Penjara Ketziot. Di tempat itu mereka disiksa dan tidak mendapat bantuan hukum dan diplomatik.
Hakim de Jorge juga mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Dia ingin meminta klarifikasi, apakah penahanan para aktivis GSF termasuk dalam penyelidikan pengadilan yang berbasis di Den Haag, Belanda, tersebut atau tidak. Jaksa ICC juga sedang menangani tuduhan praktik genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan militer Israel di wilayah Palestina.







