Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak

Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak

Berita Utama | inews | Minggu, 12 Juli 2026 - 14:28
share

WASHINGTON, iNews.id - Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat (AS). Senator senior Partai Republik, Lindsey Graham, meninggal dunia secara mendadak akibat sakit yang datang tiba-tiba pada Sabtu (11/7) waktu setempat. Graha mengembuskan napas terakhir pada usia 71 tahun.

Kantor Graham mengumumkan kabar duka tersebut melalui pernyataan resmi pada Minggu dini hari waktu AS. Dalam keterangannya disebutkan bahwa senator asal South Carolina itu meninggal dunia setelah mengalami sakit singkat yang tidak pernah diketahui sebelumnya.

"Pada Sabtu malam, 11 Juli, Senator Amerika Serikat Lindsey Graham meninggal dunia akibat sakit singkat yang datang secara tiba-tiba. Keluarga Senator Graham berterima kasih atas doa yang diberikan dan meminta privasi di masa sulit ini," demikian bunyi pernyataan kantornya, dikutip dari The Guardian, Minggu (12/7/2026).

Kepergian Graham mengejutkan banyak pihak di Washington. Pasalnya, tidak ada laporan mengenai kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan sebelumnya. Bahkan, beberapa hari sebelum meninggal, Graham masih menjalankan aktivitas kenegaraan, termasuk melakukan kunjungan ke Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy diketahui sempat bertemu dengan Graham pekan lalu. Melalui media sosial, Zelenskyy mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan sang senator terhadap perjuangan Ukraina.

Lindsey Graham merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Partai Republik. Ia telah menjabat sebagai senator sejak 2003 dan tengah bersiap kembali mencalonkan diri dalam pemilu Senat yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.

Selama karier politiknya, Graham dikenal sebagai sosok yang vokal dalam isu pertahanan dan kebijakan luar negeri. Ia mendukung invasi Amerika Serikat ke Irak, mendorong sikap keras terhadap Iran, serta menjadi salah satu pendukung paling kuat Israel di Senat.

Nama Graham juga lekat dengan Presiden Donald Trump. Meski sempat menjadi pengkritik keras Trump saat pemilihan presiden 2016 dengan menyebutnya sebagai "jackass", "bigot", hingga "kandidat paling cacat dalam sejarah Partai Republik", hubungan keduanya berubah drastis setelah Trump memenangkan pemilu.

Dalam beberapa tahun terakhir, Graham menjadi salah satu sekutu terdekat Trump di Kongres. Ia kerap membela kebijakan Trump, termasuk saat menghadapi berbagai proses politik dan hukum, serta secara terbuka mendukung pencalonannya kembali pada Pilpres 2024.

Hubungan mereka sempat merenggang usai kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari 2021. Saat itu Graham menyatakan, "Enough is enough" dan mengaku tak lagi mendukung Trump. Namun sikap tersebut tidak berlangsung lama karena ia kembali berada di barisan pendukung setia Trump dalam berbagai agenda politik berikutnya.

Wafatnya Graham juga menandai berakhirnya era kelompok senator yang dikenal sebagai "Three Amigos", yakni Lindsey Graham, John McCain, dan Joe Lieberman. McCain meninggal dunia pada 2018, sementara Lieberman wafat pada 2024.

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai tokoh. Gubernur South Carolina, Henry McMaster, menyebut Graham sebagai sosok yang tak tergantikan.

"Lindsey Graham tidak tergantikan. Ia adalah pejuang paling gigih bagi South Carolina dan Amerika, sekaligus sahabat yang setia," ujar McMaster.

Sejumlah pemimpin Israel juga menyampaikan duka cita. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menyebut Israel kehilangan salah satu sahabat terbaiknya, sementara mantan Perdana Menteri Naftali Bennett mengatakan Amerika kehilangan seorang patriot dan Israel kehilangan pendukung yang selalu berdiri di sisinya pada masa-masa sulit.

Topik Menarik