Penjelasan Polisi soal Pelajar Jadi Korban Penganiayaan oleh OTK saat Kerusuhan Demo 27 Agustus

Penjelasan Polisi soal Pelajar Jadi Korban Penganiayaan oleh OTK saat Kerusuhan Demo 27 Agustus

Berita Utama | inews | Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:51
share

JAKARTA, iNews.id - Viral di media sosial video yang menampilkan seorang pemuda di tengah kerusuhan demonstrasi di kawasan Gedung DPR pada, Kamis (27/8/2026). Pemuda tersebut belakangan diketahui merupakan pelajar Madrasah Aliyah (MA) bernama Faturrohman alias Fatur (18).

Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa Fatur sempat diamankan polisi saat kerusuhan berlangsung di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, Fatur diamankan karena diduga melakukan pelemparan saat mengikuti aksi demonstrasi. Peristiwa tersebut masih dalam proses pendalaman.

"Pelajar Madrasah ini yang atas Fatur, Fatur. Ya, memang diamankan di Subdit Kamneg yang bersangkutan pada saat melaksanakan aksi melakukan pelemparan, ini juga sudah dalam proses pendalaman," kata Budi, Sabtu (29/8/2026).

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut, Fatur telah dipulangkan setelah dijemput oleh orang tuanya.

"Terkait dengan tadi yang disampaikan pelajar Madrasah, itu sudah dijemput sama orang tuanya," kata Iman.

Iman menjelaskan, Fatur diamankan ketika kerusuhan terjadi di kawasan Pejompongan. Saat itu, Fatur disebut berada di tengah kerumunan massa yang melakukan provokasi terhadap aparat.

"Dan tadi orang tua dari yang bersangkutan sudah menjemput di tempat kami. Jadi kami luruskan sebagaimana apa yang beredar di media sosial," tuturnya.

Iman juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial terkait peristiwa tersebut.

"Makanya kami sampaikan tadi mari kita sama-sama bijak di dalam menyikapi dan melihat apa yang tersampaikan di media sosial tersebut, sebagaimana tadi yang hoaks tentang pengemudi online, apa ojek online," ucapnya.

Sebelumnya, seorang pelajar berusia 18 tahun bernama Faturohman menjadi korban penganiayaan sekelompok orang tak dikenal (OTK) saat bentrokan antara massa dan aparat terjadi di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam.

Akibat kejadian itu, Faturohman mengalami sejumlah luka lebam di bagian kepala, wajah, dada, dan bahu. Dia juga mengalami luka di bagian leher yang membuatnya harus mendapatkan beberapa jahitan.

Guru agama di sekolah korban, Ahmad Fahmi menuturkan, Faturohman berada di sekitar lokasi karena rumah orang tuanya berada di dalam gang yang menjadi tempat massa berlarian saat situasi memanas.

"Di dalam gang, depan rumahnya, si Fatur ini ketiban motor. Ketiban motor ada orang ngaku intel ya, orang tidak dikenal. Nah, dari dalam gang ini diseret ditarik ke sini," kata Fahmi, Jumat (28/8/2026).

Topik Menarik