BMKG Catat 11.185 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Flores, 165 Dirasakan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 11.185 gempa bumi susulan pascagempa utama berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan pembaruan data BMKG hingga Rabu (2/9/2026) pukul 05.00 WIB, dari total gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai M6,2, sedangkan magnitudo terkecil M0,9.
Baca juga: Update Gempa M7,7 Flores NTT: 111 Orang Meninggal, Pengungsi Turun 4.142 Jiwa
BMKG juga mencatat sebanyak 36 gempa susulan dengan magnitudo di atas M5. Sementara itu, jumlah gempa susulan yang dirasakan masyarakat mencapai 165 kejadian.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, sebelumnya mengatakan rangkaian gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hingga empat minggu setelah gempa utama.
"Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam," kata Wijayanto.
Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana NTT Diperpanjang hingga 12 September 2026
Berdasarkan hasil monitoring BMKG, sejumlah gempa susulan menimbulkan guncangan signifikan dengan intensitas IV-VI MMI yang dirasakan kuat oleh masyarakat setempat.
Guncangan kuat tercatat pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB dengan kekuatan M5,6. Kemudian pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB terjadi gempa M5,8, disusul gempa dengan kekuatan M5,8 pada pukul 09.47 WIB.Guncangan tersebut memicu kerusakan susulan pada sejumlah struktur bangunan dan jembatan terdampak serta menyebabkan tanah longsor di beberapa titik.
Hasil relokasi BMKG menunjukkan gempa susulan tidak menyebar secara homogen, tetapi membentuk beberapa klaster. Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan membentang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust.
Sementara itu, klaster gempa susulan lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.
Wijayanto mengatakan klaster aktivitas gempa susulan juga terus menunjukkan pergerakan secara dinamis. Pada hari pertama hingga keempat setelah gempa utama, aktivitas gempa tersebar di seluruh klaster dari timur ke barat.
Namun, pada hari kelima dan keenam, aktivitas seismik bergeser dan lebih terpusat di klaster bagian barat. Di sisi lain, aktivitas pada klaster bagian timur mulai menurun secara bertahap.Untuk memantau perkembangan aktivitas gempa, BMKG terus mengoperasikan sistem pemantauan secara real-time selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.
BMKG secara berkelanjutan menganalisis jumlah kejadian, magnitudo, distribusi sumber gempa, arah pergerakan aktivitas hingga karakteristik sumber gempa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat dan instansi terkait tetap akurat dan tepat waktu.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan," imbaunya.









