Video Duel Bocah Viral di Grobogan, Polisi Periksa 7 Anak Didampingi Orang Tua
GROBOGAN, iNews.id - Polisi memeriksa tujuh bocah yang terlibat maupun mengetahui aksi duel di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pemeriksaan itu dilakukan setelah video duel dua bocah tersebut viral di media sosial.
Ketujuh bocah datang ke Satreskrim Polres Grobogan bersama orang tua masing-masing. Polisi menggali keterangan mereka untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada duel dan dugaan penganiayaan.
Saat menunggu pemeriksaan, ketegangan sempat terjadi antara orang tua korban dan keluarga salah satu bocah yang terlibat duel. Abdul Ghofur, ayah HL, terlibat adu mulut dengan Santi, ibu MF.
Ghofur mengaku tidak terima karena anaknya disebut lebih dahulu mendapat ejekan dan diludahi sebelum aksi saling tantang terjadi. Dia bahkan menyatakan siap menempuh jalur hukum jika persoalan tersebut kembali diperpanjang.
Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Taufiq Frida Mustofa mengatakan polisi masih mendalami keterangan tujuh anak yang mengetahui rangkaian kejadian tersebut.
“Untuk pengembangan saat ini telah ditangani unit PPA Polres Grobogan. Dan beberapa saksi masih kita periksaan,” ujar AKP Taufiq Frida Mustofa dikutip dari iNews Boyolali, Minggu (20/9/2026).
Polisi juga memeriksa kondisi psikologis korban. Hasil pemeriksaan menunjukkan keadaan fisik dan psikis korban dalam kondisi baik.
“Untuk kondisi fisik maupun psikis korban baik-baik saja,” katanya.
Sebelum memeriksa ketujuh anak tersebut, polisi mendatangi lokasi kejadian dan rumah korban serta anak-anak yang terlibat untuk mengumpulkan informasi terkait perkara.
Sementara itu, Rusmiati, ibu GV, mengakui anaknya melakukan pemukulan dan tendangan terhadap MF. Dia juga telah meminta maaf kepada keluarga korban.
“Ya saya mengaku kesalahan anak saya, kemarin sudah ketemu keluarga korban dan saya sampaikan permintaan maaf,” ucapnya.
Namun, Rusmiati menyebut aksi tersebut bermula setelah kedua bocah saling mengejek dan menantang. Menurut keterangan keluarga, GV dan HL sebelumnya mengaku mendapat perlakuan yang membuat keduanya tersulut emosi.
“Awalnya anak saya GV diejek botak-botak gitu dan kemudian anak saya sama anak pak Ghofur si HL diludahi korban jadi memancing emosi anak saya,” katanya.
MF diduga lebih dahulu mengejek dan meludahi GV serta HL. GV kemudian menerima tantangan MF untuk berduel satu lawan satu.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan MF dan GV terlibat duel. MF kemudian terjatuh setelah terkena pukulan dan tendangan hingga sempat tidak sadarkan diri.
Karena perkara tersebut melibatkan anak, polisi mengupayakan penyelesaian melalui pendekatan keadilan restoratif dan diversi sesuai ketentuan yang berlaku.
Keluarga anak yang terlibat juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban. Polisi masih mendalami keterangan para saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan duel antaranak tersebut.








