Nasib Saham ASII usai Diguncang Pencabutan Izin Tambang Martabe Milik UNTR

Nasib Saham ASII usai Diguncang Pencabutan Izin Tambang Martabe Milik UNTR

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 22 Januari 2026 - 10:44
share

IDXChannel – Saham PT Astra International Tbk (ASII) anjlok 9,28 persen ke level Rp6.600 pada perdagangan Rabu (21/1/2026), menyusul pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Martabe yang dioperasikan PT Agincourt Resources (PTAR).

Pencabutan izin tersebut diputuskan Presiden Prabowo Subianto pada 19 Januari 2026 dan diumumkan secara resmi sehari kemudian. PT Agincourt Resources merupakan anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), sementara UNTR merupakan anak usaha utama Astra.

Analis KB Valbury Sekuritas (KBVS) Akhmad Nurcahyadi memperkirakan, dalam catatan ringkas pada Kamis (22/1), setiap penurunan 5 persen pendapatan UNTR berpotensi menekan pendapatan ASII sebesar 2,5 persen pada 2025 dan 4,9 persen pada 2026. Dampaknya terhadap laba diperkirakan masing-masing sebesar 2,4 persen dan 5,0 persen.

Secara keseluruhan, proyeksi pendapatan ASII pada 2025 dan 2026 diperkirakan melemah dari semula minus 1,0 persen dan tumbuh 3,0 persen menjadi masing-masing minus 3,5 persen dan hanya tumbuh 0,4 persen. Sementara itu, pertumbuhan laba diproyeksikan turun dari minus 5,3 persen dan positif 3,4 persen menjadi minus 7,6 persen dan 0,6 persen.

Dengan menggunakan harga penutupan UNTR di Rp27.200 pada Rabu, nilai wajar ASII diperkirakan berada di kisaran Rp6.790 per unit.

Meski demikian, KBVS Research menilai dampak negatif tersebut masih dapat diredam oleh sejumlah faktor pendukung.

Di antaranya kontribusi signifikan bisnis alat berat dan pertambangan (HEMCE), kinerja solid segmen kontraktor tambang dan mesin konstruksi, stabilnya bisnis otomotif yang ditopang peluncuran mobil hybrid roda empat, serta kinerja agribisnis dan jasa keuangan yang lebih baik dari perkiraan.

Selain itu, Astra masih berpeluang melanjutkan aksi buyback saham setelah menyelesaikan program pembelian kembali saham senilai maksimal Rp2 triliun pada periode 19 Januari-25 Februari 2026.

Pemerintah juga dinilai berpeluang membuka kembali operasional Agincourt setelah dampak bencana alam di Sumatera serta dinamika sosial-politik mereda.

Dalam skenario terburuk, KBVS Research memperkirakan nilai wajar ASII bisa turun hingga Rp5.490 per saham.

Namun demikian, rekomendasi beli (buy) tetap dipertahankan, seiring valuasi ASII yang dinilai masih menarik dan kinerja bisnis inti yang relatif solid.

Informasi saja, hingga Kamis (22/1/2026) pukul 10.29 WIB, saham ASII rebound 2,27 persen ke Rp6.750 per unit.

Sementara, UNTR, yang sehari sebelumnya jatuh hingga auto rejection bawah (ARB) 15 persen, bangkit dengan naik tipis 0,28 persen menjadi Rp27.275 per unit pada pagi ini. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik