Saham RMKE Ditutup Menguat Usai Suspensi Dicabut, Analis Soroti Prospek Usaha

Saham RMKE Ditutup Menguat Usai Suspensi Dicabut, Analis Soroti Prospek Usaha

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 22 Januari 2026 - 19:16
share

IDXChannel - Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) kembali diperdagangkan setelah suspensi dicabut dan mencatatkan kenaikan harga. Pada perdagangan Kamis (22/01/2026), saham RMKE ditutup di level Rp8.725 per saham, meningkat dibandingkan harga awal perdagangan pasca-suspensi di Rp7.875 per saham.

Pergerakan saham tersebut terjadi seiring meningkatnya aktivitas transaksi setelah pembukaan kembali perdagangan. Data pasar menunjukkan adanya minat beli terhadap saham emiten jasa logistik batu bara tersebut.

Sebelumnya diketahui, Henan Putihrai Sekuritas (HP) tercatat menjadi broker paling agresif dengan membukukan net buy sekitar Rp59,8 miliar dengan total kepemilikan sekitar 91.716 lot pada harga rata-rata Rp6.506 per saham.

Menanggapi kondisi tersebut, CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menyampaikan pandangannya bahwa RMKE memiliki peluang pengembangan bisnis dalam jangka menengah hingga panjang. Menurutnya, perseroan tidak hanya berfokus pada layanan logistik, tetapi juga memiliki aset pendukung berupa konsesi batu bara dan pelabuhan.

“Kami menilai, bahwa RMKE masih menarik untuk dilirik para investor. Ke depan, perseroan berpotensi berkembang menjadi pemain end-to-end di bisnis batu bara. Selain infrastruktur logistik yang sudah solid dan terintegrasi, RMKE juga telah memiliki konsesi batu bara serta pelabuhan sendiri,” ujar Bernadus Wijaya, pada Kamis (22/01/2026).

Ia menambahkan, bahwa kepemilikan konsesi batu bara di tingkat anak usaha dan grup membuka peluang pengembangan usaha yang lebih terintegrasi. Selain itu, tambang yang terhubung dengan jalan hauling road RMKE memiliki opsi pembelian hingga 50 persen dari produksi, yang berpotensi menambah kontribusi pada segmen penjualan dan jasa batu bara.

Sekadar informasi, sepanjang tahun 2025 total volume jasa tambahan melalui hauling road RMKE tercatat sebesar 1,5 juta ton, dengan kontribusi pada kuartal IV 2025 sebesar 817 ribu ton.

Secara operasional, RMKE menjalankan layanan logistik berbasis transportasi kereta api. Moda ini memiliki kapasitas angkut sekitar 2.800 ton per rangkaian kereta, dengan tarif berkisar Rp806–922 per ton per kilometer.

Dari sisi pendanaan, RMKE telah menyelesaikan proses bookbuilding Obligasi Berkelanjutan I RMK Energy Tahap II Tahun 2026 dengan nilai emisi maksimal Rp600 miliar. Proses bookbuilding tersebut dilaporkan mendapat respons dari investor. 

Obligasi ini memperoleh peringkat idA (Single A) dari Pefindo. RMKE menawarkan kupon sebesar 7,75 persen untuk seri B dengan tenor 5 tahun dan 8,25 persen untuk seri C dengan tenor 7 tahun.

Dengan dukungan infrastruktur logistik, pendanaan, serta peluang pengembangan usaha terintegrasi, RMKE berada dalam posisi untuk menyesuaikan kegiatan usahanya dengan dinamika kebijakan dan perkembangan ekosistem logistik batu bara nasional.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik