Bursa Asia Akhirnya Rebound, Tersengat Reli Wall Street

Bursa Asia Akhirnya Rebound, Tersengat Reli Wall Street

Ekonomi | idxchannel | Kamis, 22 Januari 2026 - 10:30
share

IDXChannel - Bursa saham Asia rebound pada Kamis (22/1/2026), mengikuti penguatan di Wall Street semalam di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Menurut data pasar, pukul 08.52 WIB, Indeks Nikkei 225 melonjak 1,75 persen, sementara indeks yang lebih luas Topix naik 0,97 persen.

Kenaikan ini mengakhiri tren penurunan selama lima hari berturut-turut.

Sentimen membaik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kerangka kesepakatan terkait Greenland telah dicapai.

Mengutip Reuters, Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai Greenland serta melunakkan ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa setelah tercapai kerangka kerja untuk kesepakatan di masa depan.

Di sisi domestik, ekspor Jepang naik untuk bulan keempat berturut-turut dan mencetak rekor nilai tertinggi pada Desember. 

Permintaan dari China tetap stabil meski hubungan diplomatik kedua negara masih diwarnai ketegangan.

Indeks Australia juga menguat setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut, mengikuti rebound pasar global. 

Indeks S&P/ASX 200 naik 0,61 persen.

Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja bersih melonjak 65.200 pada Desember dibanding November, jauh melampaui perkiraan pasar sebesar 30.000. 

Sementara itu, tingkat pengangguran turun secara tak terduga ke level terendah dalam tujuh bulan, menandakan pasar tenaga kerja masih solid.

Di Korea Selatan, indeks acuan saham menembus level 5.000 poin untuk pertama kalinya pada Kamis pagi, didorong oleh penguatan saham-saham chip seperti Samsung Electronics dan SK Hynix. 

Pencapaian ini sesuai dengan janji Presiden Lee Jae Myung, yang terealisasi hanya dalam waktu sedikit lebih dari enam bulan sejak ia menjabat.

Indeks KOSPI naik 2,08 persen ke 5.009,4 pada awal sesi, mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa. 

Sepanjang bulan ini, indeks telah menguat 19 persen, setelah menjadi pasar saham dengan kinerja terbaik di dunia pada 2025 dengan lonjakan 76 persen, kenaikan tahunan terbesar sejak 1999. 

Reli KOSPI didukung reli sektor chip berbasis optimisme kecerdasan buatan serta berbagai reformasi pasar modal.

Selain itu, Shanghai Composite juga mendaki 0,35 persen, Hang Seng Hong Kong tumbuh 0,19 persen, dan STI Singapura terkerek 0,37 persen.

Wall Street Hijau

Di Wall Street, bursa saham AS ditutup menguat pada Rabu, dengan S&P 500 mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam dua bulan. 

Investor terdorong oleh kabar tercapainya kerangka kesepakatan terkait Greenland serta berkurangnya risiko penerapan tarif baru AS terhadap sekutu-sekutunya di Eropa.

Indeks Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite juga mencatatkan kenaikan signifikan, masing-masing membukukan persentase kenaikan terbesar sejak 5 Januari dan 19 Desember.

Penguatan ini berbanding terbalik dengan aksi jual sehari sebelumnya, yang merupakan penurunan harian terburuk bagi ketiga indeks utama sejak 10 Oktober. 

Pergerakan pasar tersebut mencerminkan pola terbaru Presiden Trump yang kerap menggunakan ancaman tarif sebagai alat negosiasi, sebelum akhirnya melunakkan sikap setelah dapat mengklaim kemenangan kebijakan.

Secara rinci, Dow Jones Industrial Average naik 588,64 poin atau 1,21 persen ke 49.077,23, S&P 500 menguat 78,76 poin atau 1,16 persen ke 6.875,62, dan Nasdaq Composite naik 270,50 poin atau 1,18 persen ke 23.224,83. (Aldo Fernando)

Topik Menarik