Apa Bisnis LPCK? Developer Meikarta, Intip Profil Emiten dan Pengendali Sahamnya
IDXChannel—Apa saja bisnis LPCK? PT Lippo Cikarang Tbk adalah emiten properti dan real estat, tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini adalah developer yang mengembangkan kawasan hunian dan industri di Cikarang.
Pada perdagangan Kamis 22 Januari 2026, saham LPCK ditutup di harga Rp815 per saham, naik 24,43 persen dari pembukaan. Nilai transaksi saham LPCK mencapai Rp15,43 miliaran dengan 197.000-an saham diperdagangkan.
Melansir laman resmi perseroan (22/1/2026), perusahaan ini didirikan pada 1987 dan dulunya bernama PT Desa Dekalb, fokus usahanya bukan real estat dan properti. Perseroan baru mengubah nama menjadi Lippo Cikarang pada 1995.
Pada 2009 perseroan mulai membangun Lippo Cikarang Citiwalk dan mengembangkan kawasan industri Delta Silicon 5. Perusahaan bagian Lippo Group ini memiliki landbank seluas 502 hektare yang siap dikembangkan.
Kawasan Lippo Cikarang yang telah dikembangkan menjadi kota mandiri terpadu dengan kawasan industri, kawasan hunian, dan area komersial. Kawasan ini juga memiliki fasilitas umum seperti sarana pendidikan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan sebagainya.
Sehingga kini tiga produk dan kegiatan usaha real estate yang dikembangkan dan dikelola LPCK adalah residensial, industrial, dan komersial. Selain itu, perseroan juga menjalankan usaha pengelolaan kota.
Dalam kawasan Lippo Cikarang, perseroan memiliki sejumlah kompleks perumahan. Selain Lippo Cikarang, proyek real estate dan properti lain milik perseroan yang cukup populer dikenal publik adalah Meikarta.
Apa Bisnis LPCK? Informasi Kepemilikan Sahamnya
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia pada Januari 2026, hingga akhir 2025 pengendali saham LPCK adalah PT Kemuning Satiatama.
Perusahaan ini memiliki 4,56 miliar saham LPCK, setara 89 persen dari total saham terdaftar. Sedangkan masyarakat memiliki 479 juta saham, setara 9,33 persen dari total saham terdaftar.
Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham LPCK adalah James Riady, dia adalah putra dari Mochtar Riady, pendiri Lippo Group. LPCK adalah anak usaha dari PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR).
Diberi Amanah Baru sebagai Komut Pelni, WSBP Umumkan Pengunduran Diri Komut Demi Jaga GCG yang Baik
LPCK mencatatkan sahamnya secara perdana di Bursa Efek Indonesia pada 1997 dengan melepas 108 jutaan saham di harga penawaran Rp925 per saham. Dari IPO ini perseroan mengantongi Rp100,44 miliaran.
Dalam satu tahun terakhir saham ini mencatatkan pertumbuhan harga 58,52 persen. Saham LPCK mencatatkan kenaikan signifikan pada Kamis (22/1/2026) usai pemerintah mewacanakan penggunaan kawasan Meikarta sebagai lokasi pembangunan rumah susun subdisi.
Itulah informasi singkat tentang apa bisnis LPCK.
(Nadya Kurnia)










