Akuisisi Emway, BABY Gelar Rights Issue Pakai Skema Inbreng
IDXChannel - PT Multitrend Indo Tbk (BABY) mengumumkan rencana penambahan modal melalui skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) Tahap I atau rights issue.
Melalui aksi korporasi ini, perseroan akan menerbitkan sebanyak 238.571.825 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp590 per saham, sehingga berpotensi menghimpun dana hingga Rp140,75 miliar.
Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan Kamis (22/1/2026), Blooming Years Pte Ltd (BY) selaku pemegang saham pengendali yang secara langsung menguasai 2.416.077.906 saham atau setara 92,35 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan sebelum PMHMETD I, akan memperoleh 255.077.189 HMETD.
BY menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimilikinya melalui rencana inbreng, yakni penyetoran modal dalam bentuk selain uang tunai.
Dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan perseroan untuk mengambil alih sebagian besar saham PT Emway Globalindo (EGI) yang saat ini dimiliki oleh BY.
Dalam pelaksanaan PMHMETD I, BY akan menyetorkan 255.077.189 saham EGI atau setara 48 persen dari modal ditempatkan dan disetor EGI sebagai setoran modal.
EGI dikenal sebagai salah satu distributor mainan terkemuka di Indonesia, sehingga aksi ini diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas keuangan dan operasional perseroan secara signifikan.
Selain skema inbreng, perseroan dan BY juga akan melaksanakan rencana pembelian sisa saham EGI setelah PMHMETD I memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Total nilai akuisisi EGI mencapai Rp269,9 miliar, dengan rincian Rp129,9 miliar untuk skema inbreng atas 48 persen saham EGI dan Rp139,9 miliar untuk pembelian 274.721.610 saham EGI atau setara 51,99 persen saham EGI.
Dana untuk pembelian sisa saham tersebut akan bersumber dari fasilitas pinjaman PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Dengan rampungnya proses pengambilalihan, BY tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham EGI, namun tetap menjadi pemegang saham pengendali perseroan.
Untuk merealisasikan aksi korporasi ini, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Januari 2026.
(DESI ANGRIANI)









