Wall Street Naik Tipis Seiring Harga Emas dan Perak Masih Volatil

Wall Street Naik Tipis Seiring Harga Emas dan Perak Masih Volatil

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 3 Februari 2026 - 22:54
share

IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, kompak dibuka sedikit mengalami kenaikan pada Selasa (3/2/2026) pagi.

Hal tersebut terjadi seiring dengan dirilisnya laporan keuangan perusahaan, dan prospek Palantir Technologies memicu kepercayaan terhadap permintaan artificial intelligence (AI), dan logam mulia melanjutkan volatilitasnya.

Dilansir dari laman Yahoo Finance, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi menguat 0,2 persen, sementara S&P 500 naik tipis 0,1 persen, dan Dow Jones Industrial Average menanjak sekitar 0,3 persen.

S&P 500 mendekati rekor baru setelah hasil kuartalan Palantir yang sangat kuat menunjukkan bahwa perdagangan AI masih memiliki ruang untuk berkembang. Pendapatan perusahaan analitik data tersebut melonjak, didorong oleh permintaan platform AI-nya, dan prospek penjualannya melampaui perkiraan, sehingga sahamnya naik lebih dari 11 persen sebelum pembukaan pasar.

Di sektor AI lainnya, investor memantau Nvidia dan OpenAI di tengah tanda-tanda memburuknya hubungan antara para pemain AI terkemuka. Ketidakpuasan perusahaan rintisan tersebut terhadap chip AI terbaru Nvidia telah menghambat pembicaraan dengan produsen chip tersebut untuk investasi hingga USD100 miliar, sebuah rencana yang diremehkan oleh CEO-nya, Jensen Huang, dalam pernyataan pada Senin kemarin.

Selanjutnya, pendapatan dan perkiraan PayPal meleset dari estimasi, karena perusahaan jasa pembayaran tersebut menunjuk bos HP Enrique Lores sebagai CEO barunya. Saham anjlok lebih dari 16 persen di tengah eksodus saham perangkat lunak.

Di dunia korporasi lainnya, The Walt Disney Company menunjuk Josh D'Amaro sebagai CEO perusahaan raksasa hiburan tersebut. Artinya, dia akan menggantikan pemimpin lama Bob Iger pada 18 Maret 2026. Namun, saham Disney turun pada saat pembukaan pasar hari ini.

Sementara itu, volatilitas terus mencengkeram komoditas logam mulia, karena emas melonjak lebih dari 6 persen untuk mengincar kenaikan harian terbesar sejak 2008, setelah mencatat penurunan harian terdalam dalam 43 tahun pada Jumat.

Masuknya investor yang memanfaatkan penurunan harga menjadi faktor yang menyebabkan perak juga pulih secara dramatis dari kerugian yang terjadi pada Senin, kini melonjak lebih dari 13 persen.

(Dhera Arizona)

Topik Menarik