Investor Dinilai Wait and See Jelang Lebaran di Tengah Gejolak IHSG

Investor Dinilai Wait and See Jelang Lebaran di Tengah Gejolak IHSG

Ekonomi | idxchannel | Minggu, 15 Maret 2026 - 09:34
share

IDXChannel – Investor dinilai lebih memilih bersikap wait and see menjelang libur lebaran seiring koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (13/3/2026) lalu, tersengat sentimen global yang memburuk dan lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG merosot 3,05 persen ke level 7.137,21, dengan nilai transaksi Rp13,64 triliun dan volume perdagangan 26,88 miliar saham.

Sebanyak 656 saham turun, 113 saham naik, dan 189 saham stagnan.

Asing membukukan jual bersih (net sell) Rp221,84 miliar di pasar reguler pada Jumat. Dalam sepekan, asing membukukan net sell hingga Rp1,23 triliun.

Kinerja IHSG dalam sepekan juga tertekan, turun 5,91 persen, menandai penurunan mingguan ketiga berturut-turut.

Sementara, dalam sebulan terakhir terdepresiasi signifikan 13,09 persen.

Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas, penurunan tajam IHSG pada Jumat lalu seiring meningkatnya sentimen risk-off global.

Tekanan tersebut juga sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia yang mengikuti koreksi di Wall Street.

Dari sisi domestik, kenaikan harga minyak dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap fiskal pemerintah apabila harganya melampaui asumsi dalam APBN.

Selain itu, mendekati periode libur lebaran, investor cenderung mengambil sikap wait and see sehingga aktivitas transaksi relatif lebih berhati-hati.

“Sementara menjelang periode libur panjang investor cenderung wait and see,” kata analis BRI Danareksa.

Meski demikian, kata BRI Danareksa, sektor perbankan masih menjadi salah satu penopang utama pergerakan indeks di tengah tekanan pasar yang meluas.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tren koreksi dengan pola lower high dan lower low.

“Momentum bearish masih terlihat dari MACD yang berada di area negatif,” tulis analis BRI Danareksa.

Saat ini, level support di 7.200 telah kembali ditembus, sehingga membuka peluang pelemahan lanjutan menuju area support berikutnya di kisaran 7.100 hingga 7.000. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Topik Menarik