Waspada Kemacetan Parah di Pelabuhan Merak saat Mudik Lebaran 2026, Ini Biang Keroknya

Waspada Kemacetan Parah di Pelabuhan Merak saat Mudik Lebaran 2026, Ini Biang Keroknya

Ekonomi | okezone | Selasa, 17 Maret 2026 - 11:55
share

JAKARTA - Keterbatasan jumlah dermaga di Pelabuhan Merak dinilai menjadi persoalan serius dalam kelancaran arus penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni di musim arus mudik Lebaran 2026. Meski jumlah kapal yang tersedia terus bertambah, sebagian besar justru tidak dapat dioperasikan karena minimnya fasilitas sandar.

Anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo Soekartono meminta pemerintah segera menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak guna mengatasi keterbatasan kapasitas angkut pelayanan penyeberangan. Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 72 kapal yang disiapkan untuk melayani lintasan Merak-Bakauheni. Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi secara optimal karena keterbatasan dermaga.

"Situasi ini sudah berlarut larut bertahun tahun yang menyebabkan kemacetan parah di lintasan Merak-Bakauheuni pada saat musim libur Lebaran dan Tahun Baru," katanya di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Dia menambahkan, sangat ironis antrean kendaraan logistik dan penumpang yang sangat panjang tapi sebagian besar kapal malah tidak beroperasi karena keterbatasan dermaga. Dari total 72 kapal yang tersedia, yang bisa beroperasi hanya 28 kapal di tujuh dermaga. Satu dermaga hanya bisa melayani sekitar empat kapal. 

"Artinya ada sekitar 44 kapal atau 60 persen lebih kapal tidak dapat dioperasikan. Padahal kapal dalam keadaan siap dan layak beroperasi. sambungnya.

Waspada Penumpukan di Pelabuhan Merak

Menurutnya, kondisi tersebut dinilai menjadi masalah serius dan masyarakat selalu dikorbankan harus mengantrie akibat kebijakan yang tidak segera menyelesaikan permasalahan dengan melakukan pembangunan dermaga baru tersebut. 

Apalagi dengan adanya kelancaran jalan tol yang mengakibatkan kelancaran dan tentu peningkatan jumlah kendaraan baik logistik maupun penumpang yang menuju ke penyeberangan Merak-Bakauheni, serta saat musim mudik dan liburan panjang. Pada saat permintaan meningkat kapasitas angkut pelayanan justru tidak dapat dimaksimalkan.

“Pada saat peak season masyarakat membutuhkan angkutan, tetapi kapal tidak bisa dioperasikan karena keterbatasan dermaga,” katanya.

 

Menambah Jumlah Dermaga di Pelabuhan Merak

Dia menegaskan bahwa solusi paling mendesak adalah menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak. Dari yang saat ini berjumlah tujuh dermaga, pemerintah diminta segera menambah setidaknya tiga dermaga baru dalam waktu dekat.

Dengan penambahan tersebut, kapasitas sandar kapal dapat meningkat signifikan. Dengan memanfaatkan kapal yang saat ini dibiarkan tidak difungsikan. Tiga dermaga tambahan diperkirakan mampu menampung sekitar 12 kapal tambahan untuk beroperasi secara bersamaan.

“Kalau ditambah tiga dermaga, kita bisa menampung sekitar 12 kapal tambahan. Itu sudah sama dengan bertambah sekitar 50 persen dari total kapasitas angkut Dari total kapasitas angkut terpasang yang tersedia. Sehingga antrian kendaraan yang akan menggunakan kapal penyebrangan akan jauh lebih lancar,” ujarnya.

Kebutuhan Angkutan Penyeberangan

Dia juga mengingatkan bahwa kebutuhan angkutan penyeberangan saat ini terus meningkat di lintasan Merak-Bakauheni terutama untuk transportasi logistik, transportasi publik dan penumpang. Di mana transportasi logistik di lintasan tersebut naik setiap tahunnya mencapai 10-12 per tahun.

Menurutnya, jika penambahan infrastruktur tidak segera dilakukan, maka dalam beberapa tahun ke depan kapasitas  angkutan penyeberangan di Merak-Bakauheni dikhawatirkan tidak lagi mampu menampung lonjakan kendaraan maupun distribusi logistik di lintasan tersebut. Dan bila kongesti ini terjadi kemacetan akan meresahkan publik dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional

Harusnya pemerintah tidak menambah jumlah kapal, yang malah akhirnya bisa menambah deretan kapal kapal yang tidak bisa dioperasikan atau menambah deretan kapal yang hanya untuk off makin panjang. Kalau ingin menambah kapasitas angkut harusnya pemerintah segera melakukan penambahan dermaga.

“Karena itu, penambahan infrastruktur dermaga menjadi langkah penting agar kapasitas layanan penyeberangan dapat mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan dalam tahun tahun ke depan” ujarnya.

Topik Menarik