Boy Thohir Siapkan Buyback Saham ADRO Rp4 Triliun, Tegaskan Optimisme Pasar Modal
Pengusaha nasional Garibaldi "Boy" Thohir menyiapkan aksi pembelian kembali (buyback) saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebagai bentuk keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan dan pasar modal Indonesia. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat partisipasi investor domestik di tengah dinamika global.
Boy Thohir mengatakan rencana buyback tersebut mencerminkan optimisme terhadap fundamental perusahaan yang dinilai tetap solid. "Saya percaya bahwa ADRO serta pasar modal Indonesia memiliki prospek jangka panjang yang sangat baik," ujar Boy Thohir di Depok, Jawa Barat, dikutip Selasa (17/3/2026).
Ia menegaskan keputusan buyback diambil karena kinerja perusahaan menunjukkan fondasi bisnis yang kuat. "Kenapa kita buyback? Karena kita yakin bahwa fundamentalnya bagus. Dan kita bisa lihat itu," ujarnya.
Baca Juga:BUMA Amankan Kontrak Jangka Panjang dengan Adaro hingga 2030
Menurut Boy, ketidakpastian global justru menegaskan pentingnya kekuatan sumber daya yang dimiliki Indonesia. Ia menilai konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok global kerap mendorong kenaikan harga komoditas energi.
Indonesia, lanjutnya, memiliki keunggulan komparatif berkat kekayaan sumber daya energi, mulai dari batu bara hingga energi baru terbarukan seperti panas bumi, air, dan tenaga surya.
"Kita bersyukur Indonesia punya batubara, geothermal, hydro, juga solar. Nah itulah yang menunjukkan kenapa negara kita memiliki comparative advantage yang negara lain tidak punya," kata Boy.
Baca Juga:Buka Puasa Bersama 1.000 Anak Yatim, Semangat Berbagi Warnai Ramadan
Untuk merealisasikan rencana buyback tersebut, perusahaan telah menyiapkan dana sekitar Rp4 triliun yang berasal dari kas internal. Sebagai bagian dari proses korporasi, ADRO akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 April 2026. Jika memperoleh persetujuan, program buyback akan mulai dilaksanakan pada 20 April 2026 secara bertahap melalui Bursa Efek Indonesia dengan jangka waktu maksimal 12 bulan.









