10 Saham Paling Boncos dalam Sepekan, Terparah Ambles 53,49 Persen

10 Saham Paling Boncos dalam Sepekan, Terparah Ambles 53,49 Persen

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:25
share

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi pada pekan ini ditengarai akibat aksi jual yang diakumulasikan oleh para investor. Bahkan tekanan jual tersebut memicu penurunan harga sejumlah saham hingga mencapai 50 selama sepekan ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar atau big caps menjadi penghuni jajaran top losers pada perdagangan pekan ini (18-22 Mei 2026).

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengalami koreksi yang cukup dalam selama sepekan hingga 53,49. TPIA ditutup di level 2.000 pada pekan ini, lebih rendah dibanding pekan sebelumnya di level 4.300.

Baca Juga: IHSG Sepekan Ambruk 8,35, Kapitalisasi Pasar Merosot Tajam ke Rp10.635 TriliunSaham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi yang belum lama diumumkan oleh bursa, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) juga mengalami tekanan yang serupa. WBSA terkoreksi 50,20 dari level 1.265 menjadi 630 pada akhir sesi perdagangan pekan ini.

Hal serupa juga dialami oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 47,34 dari level 1.035 pada pekan sebelumnya, menjadi 545 pada akhir penutupan perdagangan pekan ini.PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengalami koreksi 47,34 sepanjang pekan ini. CUAN berakhir di level 515 pada perdagangan pekan ini, atau lebih rendah dari sebelumnya di posisi 850. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) juga mencatatkan penurunan harga saham sekitar 38,3, dari level sebelumnya 765 menjadi 472.

Emiten lainnya juga turun sekitar 30 persen, seperti BANK terkoreksi 37,45 dari level 386 menjadi 304, MGNA melemah 37,14 dari level 140 ke level 88, RLCO tertekan 34,22 dari 4.500 menjadi 2.960, BUKK juga mengalami koreksi 33,78 dari level 1.110 menjadi 735, YPAS turun 32,39 dari level 880 menjadi 595.

Baca Juga: Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG

Berdasarkan data BEI, pada perdagangan pekan ini mayoritas emiten mengalami tekanan di atas 2 atau sebanyak 709 emiten. Sementara 73 emiten saham mengalami pelemahan kurang di bawah 2, 121 saham stagnan, dan 23 emiten yang menghijau.

Adapun berdasarkan sektoral, sektor transportasi memimpin pelemahan 19,18, disusul sektor basic material terkoreksi 16,31 persen, sektor energy 13,68, sektor industri 11,7 persen, sektor infrastruktur juga melemah 10,8 persen, sektor consumer cyclicals melemah 10,2.

Sektor properti melemah 8,42, sektor teknologi terkoreksi 5,07, sektor consumer non-cyclicals tertekan 5,37, sektor keuangan koreksi 4,11, dan sektor kesehatan melemah 2,41, sepanjang perdagangan pekan ini.

Topik Menarik