Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak

Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 12 Juni 2026 - 18:16
share

PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Battery Energy Storage System (BESS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK). Inisiatif tersebut menjadi penerapan pertama teknologi energi surya pada kapal pengangkut minyak di lingkungan Pertamina sekaligus langkah strategis mendukung dedieselisasi sektor maritim.

"Implementasi proyek ini bukanlah sesuatu yang sederhana. Hasilnya dapat kita lihat hari ini, yaitu pengurangan penggunaan bahan bakar diesel secara signifikan dan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon," ujar Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dalam keterangan pers, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga:Pertamina NRE Gandeng China Garap Proyek Energi Bersih

Sebagai subholding Power and New Renewable Energy Pertamina, Pertamina NRE memasang PLTS berkapasitas 11,5 kilowatt peak (kWp) yang terintegrasi dengan BESS berkapasitas 32 kilowatt hour (kWh). Sistem tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan energi di atas kapal selama beroperasi.

Menurut John, pemanfaatan energi surya pada kapal mampu mengurangi konsumsi bahan bakar diesel sekitar 28 kiloliter per tahun. Efisiensi tersebut diperkirakan menghasilkan penghematan biaya operasional hingga sekitar Rp365 juta per tahun sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan energi.

Selain manfaat ekonomi, proyek tersebut juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sebesar 79,2 ton setara karbon dioksida (CO₂e) per tahun. Capaian itu menunjukkan bahwa teknologi energi terbarukan dapat diterapkan secara efektif pada sektor maritim yang selama ini masih bergantung pada bahan bakar fosil.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono mengatakan proyek tersebut merupakan bentuk sinergi antar-subholding Pertamina dalam mendukung agenda transisi energi nasional dan pengembangan energi bersih.

Baca Juga:Pertamina NRE Dukung Peningkatan Ekonomi Masyarakat Rawameneng

Menurut Agung, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 gigawatt (GW), dengan program dedieselisasi sebagai salah satu fokus utama. Implementasi PLTS pada kapal pengangkut minyak membuktikan bahwa upaya pengurangan ketergantungan terhadap diesel dapat dilakukan tidak hanya di darat, tetapi juga di sektor maritim.

Keberhasilan proyek pada OB Patra 2303 menjadi tahap awal pengembangan dekarbonisasi armada maritim Pertamina. Hingga 2029, program serupa direncanakan diperluas secara bertahap ke enam kapal Oil Barge lainnya sebagai bagian dari upaya mendukung target transisi energi dan Net Zero Emission Indonesia.

Topik Menarik