Phapros (PEHA) Umumkan Jadwal Dividen, Pemegang Saham Kantongi Rp5,01 per Saham

Phapros (PEHA) Umumkan Jadwal Dividen, Pemegang Saham Kantongi Rp5,01 per Saham

Ekonomi | idxchannel | Selasa, 16 Juni 2026 - 12:00
share

IDXChannel – PT Phapros Tbk (PEHA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp4,21 miliar dari laba bersih Tahun Buku 2025. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/6/2026), emiten farmasi anggota Holding BUMN Farmasi tersebut menetapkan nilai dividen tunai sebesar Rp4.208.400.000 atau setara dengan Rp5,01 per saham.

"Rencana pembagian Dividen Tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil RUPS Tahunan tanggal 11 Juni 2026," tulis Corporate Secretary PT Phapros Tbk, Zahmilia Akbar, dalam keterbukaan informasi.

Berdasarkan jumlah dividen yang dibagikan, perseroan membukukan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) sekitar 15,01 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk. Adapun data keuangan per 31 Desember 2025 yang menjadi dasar pembagian dividen adalah sebagai berikut:

- Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk: Rp28,03 miliar;
- Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya: Rp99,38 miliar;
- Total ekuitas: Rp427,47 miliar.

Perseroan juga telah menetapkan jadwal pembagian dividen tunai sebagai berikut:

- Cum dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 22 Juni 2026;
- Ex dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 23 Juni 2026;
- Cum dividen di Pasar Tunai: 24 Juni 2026;
- Ex dividen di Pasar Tunai: 25 Juni 2026;
- Tanggal pencatatan (recording date) pemegang saham yang berhak atas dividen: 24 Juni 2026 pukul 16.00 WIB;
- Tanggal pembayaran dividen tunai: 15 Juli 2026.

Dengan pembagian dividen sebesar Rp5,01 per saham, investor yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 24 Juni 2026 berhak menerima pembagian keuntungan dari kinerja perseroan sepanjang 2025. Sementara itu, sisa laba bersih akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung kebutuhan operasional serta pengembangan bisnis perusahaan.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Topik Menarik