Kisah Siswa Berprestasi Raih Medali Emas di Ajang Inovasi Asia
JAKARTA - Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026, ajang inovasi terbesar di Asia telah resmi digelar pada 5–9 Januari 2026 di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC).
Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 883 tim dari 24 negara, mempertemukan inovator muda terbaik dari berbagai belahan dunia.
Di tengah ketatnya persaingan internasional tersebut, Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ) mencatatkan prestasi membanggakan dengan mengirimkan 10 tim.
Dari seluruh capaian yang diraih, tim Critter Coach menjadi sorotan utama setelah berhasil meraih medali emas, sekaligus menegaskan kualitas inovasi dan kemampuan presentasi siswa MISJ di tingkat global.
Tim Critter Coach yang terdiri dari Kalinda, Arga Fattah, Jessica Nauli, Luke Kumala, dan Jessica Zahra dinilai unggul dalam aspek kebaruan ide, relevansi solusi, serta kejelasan implementasi oleh para juri internasional.
Keberhasilan Critter Coach mencerminkan efektivitas pembelajaran berbasis riset, kolaborasi dan pemecahan masalah.
Tim ini tampil konsisten sejak tahap penjurian awal hingga presentasi akhir, dan mampu menjawab tantangan juri dengan argumentasi yang kuat dan terstruktur.
Selain pencapaian Critter Coach, MISJ juga meraih berbagai penghargaan lainnya. Tim Traffigo (Erlangga, Arga, Zihny, Fathir, Jason, Tala) mencatat prestasi luar biasa dengan meraih medali emas, Special Award dari Nizhny Novgorod State Technical University, serta penghargaan tertinggi International Young Inventor Award.
Tim Dermatect (Zaira, Daris, Bama, Sophie, Aston, Alaric) memperoleh medali emas dan Special Award dari Hongkong Dream Technology, sementara TempGo (William, Aleph, Laurel, Gifta, Benjamin) dan SoilPin (Muhammad Argi, Shah Jehan, Nazeer Omar, Baraputra Nathan) juga meraih medali emas.
Sementara itu, medali perak diraih oleh tim Power Punch (Bona, Harini, Luke Kim, Bella, Monica), Pneumocheck (Aizka, Leika, Mikha, Keia, Defi, Audrey), Teacher’s Pet (Brind, Mubashir, Nicholas Satriyo), dan BLim (Rafael, Rifat, Bima, Haidar). Tim Agronome (Andrue, Syabil, Akmal, Reisya, Zaky, Arkaan, Rega) juga meraih medali perak serta Special Award dari Universiti Teknologi Mara.
Kepala Sekolah MISJ, Aloysius Songky Widya Ananta, menyampaikan apresiasi terhadap capaian Critter Coach di tengah keberhasilan keseluruhan sekolah.
“Prestasi Critter Coach menjadi bukti nyata bahwa siswa MISJ mampu menghasilkan inovasi yang kuat secara konsep dan berdampak secara nyata. Secara keseluruhan, pencapaian para siswa di IPITEx 2026 sangat membanggakan dan menunjukkan kesiapan mereka bersaing di tingkat internasional,” ujarnya dikutip, Sabtu (10/1/2026).
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran para guru pembimbing, yaitu Andreas Junaedi Raja Gukguk, Otami Hia, Alib Budiyanto, dan Maria Innocentia Devina Putri, yang secara konsisten mendampingi siswa sejak tahap riset hingga presentasi di forum internasional.
Prestasi MISJ di IPITEx 2026, dengan Critter Coach sebagai salah satu sorotan utama, menegaskan komitmen sekolah dalam membangun generasi inovator muda Indonesia yang kreatif, kompetitif, dan berdaya saing global.









