Profil Aurelie Moeremans, Aktris yang Pernah Jadi Korban Grooming

Profil Aurelie Moeremans, Aktris yang Pernah Jadi Korban Grooming

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 11 Januari 2026 - 16:25
share

JAKARTA - Aktris Aurelie Moeremans baru-baru ini menjadi sorotan usai mengungkap pengalaman dirinya yang mengalami grooming sejak usia 15 tahun. Hal itu dituangkan Aurelie lewat karya buku yang ia tulis berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.

Pengalaman grooming yang dialami istri Tyler Bigenho ini sontak menuai simpati warganet. Kisah manipulatif hingga pengalaman traumatis juga diceritakan Aurelie dalam bukunya.

Profil Aurelie Moeremans

Aurelie Moeremans dikenal sebagai salah satu figur publik Indonesia yang memiliki talenta multidimensi. Ia bukan hanya dikenal sebagai aktris, tetapi juga sebagai penyanyi dan model yang konsisten menunjukkan perkembangan karier dari waktu ke waktu. 

Dengan pesona natural dan kemampuan akting yang kuat, Aurelie berhasil membangun citra sebagai artis muda yang serius menekuni dunia hiburan.

(Foto : Aurelie Moeremans dengan baju tradisional kebaya berwarna dusty pink/IG Aurelie Moeremans)

Awal Kehidupan dan Latar Belakang

Aurelie Moeremans lahir pada 8 Agustus 1993. Ia memiliki latar belakang keturunan Belgia - Indonesia, yang memberinya karakter visual khas dan mudah dikenali. Sejak usia muda, Aurelie telah menunjukkan ketertarikan pada seni, khususnya dunia hiburan. 
Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang mendorongnya untuk berani terjun ke industri yang kompetitif ini.

Nama Aurelie Moeremans mulai dikenal luas melalui perannya di berbagai sinetron televisi. Aktingnya yang ekspresif dan mudah menyatu dengan karakter membuatnya cepat menarik perhatian penonton. Ia kerap dipercaya memerankan tokoh utama maupun karakter dengan konflik emosional yang kuat.

Tak hanya di layar kaca, Aurelie juga memperluas kiprahnya ke layar lebar. Ia terlibat dalam sejumlah film Indonesia dengan genre yang beragam, mulai dari drama romantis hingga film bertema aksi dan psikologis.

 

Aurelie memintangi sejumlah judul film seperti Jinx, D'Love dan Sweetheart pada 2010, Cinta Pertamaku tahun 2014, Tarot, LDR, Where is My Romeo, dan Badoet tahun 2015, Gelas Gelas Kaca, Catatan Dodol Calon Dokter, Melbourne Rewind tahun 2016 Jomblo: Sebuah Komedi Cinta Mau Jadi Apa, dan Tommi N Jerri tahun 2017, Partikelir, EL, Kuntilanak, dan Menunggu Pagi 2018, Pretty Boys dan Foxtrot Six pada 2019, Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, Story of Kale: When Someone's in Love tahun 2020, Story of Dinda: Second Chance of Happiness, KNK: Santa Claus dari Jakarta? Tahun 2021, Baby Blues tahun 2022, dan Kutukan Cakar Monyet tahun 2023.

Selain berakting, Aurelie Moeremans juga menyalurkan minatnya di bidang musik. Ia merilis beberapa lagu yang menunjukkan karakter vokalnya yang lembut dan emosional. Musik baginya bukan sekadar pelengkap popularitas, melainkan media ekspresi diri. 

Karya-karyanya di dunia tarik suara mendapat sambutan positif, terutama dari penggemar yang telah mengikuti perjalanan kariernya sejak awal.

Aurelie dikenal memiliki citra yang elegan namun tetap sederhana. Di luar pekerjaannya sebagai publik figur, ia kerap membagikan sisi personalnya secara sewajarnya melalui media sosial, mulai dari keseharian, minat, hingga pandangannya tentang kehidupan. 

Hal ini membuatnya terasa dekat dengan para penggemar tanpa kehilangan batas privasi. Dalam berbagai wawancara, Aurelie sering menekankan pentingnya proses, kerja keras, dan konsistensi. Ia juga dikenal selektif dalam memilih proyek, mengutamakan kualitas cerita dan pengembangan karakter dibanding sekadar popularitas.

Topik Menarik