Indonesia Kekurangan 140 Ribu Dokter, Prabowo Buka Kerja Sama Kampus Inggris

Indonesia Kekurangan 140 Ribu Dokter, Prabowo Buka Kerja Sama Kampus Inggris

Gaya Hidup | okezone | Kamis, 22 Januari 2026 - 10:01
share

JAKARTA - Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter. Sementara jumlah lulusan setiap tahunnya masih sangat terbatas. 

Menurut Presiden Prabowo Subianto, Indonesia menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya. Jadi, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter, semakin banyak dokter yang akan pensiun. 

Untuk itu mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia. 

"Jadi, ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” Prabowo saat menghadiri forum UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London, pada Selasa 20 Januari, seperti dikutip Kamis (22/1/2026). 

Presiden ingin mempercepat dan mengejar lulusan kedokteran. Selain itu juga ingin memiliki tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia. 

(Prabowo saat menghadiri forum UK–Indonesia Education Roundtable yang digelar di Lancaster House, London. Foto: Setkab)

"Mereka sudah banyak bekerja sama dengan UI, Gadjah Mada, dan banyak universitas lainnya. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi," kata Presiden Prabowo. 

Sebelumnya, dalam pengantar pertemuan, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi kekurangan tenaga medis yang signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi. 

 

Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang STEM, science, technology, engineering, and mathematics. 

Kerja sama tersebut mencakup berbagai skema, mulai dari peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, hingga pertukaran dosen. 

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Pendidikan Inggris serta perwakilan Russell Group, kelompok universitas terbaik di Inggris, juga diharapkan dapat mendorong peningkatan peringkat universitas-universitas Indonesia di tingkat global.

Topik Menarik