Sering Merasa Sedih dan Malas Saat Hujan? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sering Merasa Sedih dan Malas Saat Hujan? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiahnya

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 25 Januari 2026 - 22:34
share

JAKARTA - Pernahkah merasa tiba-tiba tidak bersemangat, malas beraktivitas, atau bahkan merasa sedih saat hujan lebat mulai mengguyur? Jika iya, kamu tidak sendirian. 

Fenomena tersebut ternyata bukan sekedar perasaan subjektif, melainkan hasil dari kombinasi kompleks antara faktor biologis dan psikologis.

Psikolog Klinis Forensik, Kasandra Putranto mengatakan bahwa hal itu dipengaruhi oleh berkurangnya paparan sinar matahari saat hujan serta tekanan udara yang menurun. Sehingga suasana yang dirasakan tubuh cenderung tidak nyaman. 

“Berkurangnya paparan sinar matahari dapat menurunkan produksi serotonin hormon yang berperan dalam menjaga suasana hati sementara hormon melatonin meningkat sehingga tubuh terasa lebih lelah dan malas,” kata Kasandra, Minggu (25/1/2026).

Dia menjelaskan, kondisi gelap yang terjadi saat hujan dapat mengganggu jam biologis tubuh termasuk jam tidur. Sehingga berdampak langsung terhadap kestabilan emosi. Apalagi, jika hujan tersebut mengganggu aktivitas di luar ruangan yang sudah direncanakan.

“Hujan membatasi mobilitas, interaksi sosial, dan aktivitas luar ruang yang sebenarnya berfungsi sebagai penyangga mood,” jelas dia.

Selain itu, hujan yang turun juga cenderung menimbulkan perasaan tidak pasti yang memicu stress ringan dan rasa risih. “Faktor-faktor inilah yang membuat sebagian orang cenderung merasa murung, kurang berenergi, dan enggan beraktivitas saat hujan turun,” ucap dia.

Meski demikian, hal tersebut belum tentu dirasakan semua orang. Sebab, semua hal di atas tetap dipengaruhi oleh pengalaman pribadi seseorang terhadap hujan itu sendiri. 

 

Dalam hal ini, hujan sering diasosiasikan secara umum dengan rasa kesedihan, kesepian dan nostalgia sesuai perasaan dan pengalaman hidup setiap orang. Sehingga jika seseorang merasa hujan sebagai sesuatu yang buruk maka emosional dirinya juga akan memburuk.

“Suasana hati dapat dipengaruhi oleh isyarat lingkungan melalui affect infusion model. Tidak semua orang merasa murung saat hujan. Bagi sebagian orang, hujan justru menenangkan. Cuaca mempengaruhi mood secara berbeda tergantung pada karakter dan ekspektasi individu,” tutur Kasandra.

Di sisi lain, kondisi mood yang jelek dan rasa malas yang melanda saat hujan juga turut dipengaruhi oleh rangsangan sensorik dari hujan itu sendiri. Suhu yang dingin serta kondisi kelembaban yang meningkat didukung oleh rintik hujan yang sering dianggap syahdu mempengaruhi sistem saraf dan energi tubuh. 

“Menunjukkan bahwa lingkungan fisik memiliki dampak langsung terhadap respons stres dan emosi manusia,” tandas dia.

Demikian penjelasan mengapa seseorang sering merasa malas, risih, mood atau perasaan yang aneh bahkan stres saat hujan. Namun kondisi tersebut tidak selalu terjadi setiap hujan, semuanya kembali kepada kondisi dan situasi yang sedang dihadapi oleh seseorang itu sendiri ketika turun hujan.

Topik Menarik