Kosmetik Bahan Kimia Mulai Ditinggalkan, Tren Kecantikan Berbahan Dasar Alam Mulai Diminati?

Kosmetik Bahan Kimia Mulai Ditinggalkan, Tren Kecantikan Berbahan Dasar Alam Mulai Diminati?

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 1 Februari 2026 - 17:01
share

JAKARTA – Tren dunia kecantikan Tanah Air tengah mengalami pergeseran signifikan. Banyak beauty enthusiast kini mulai beralih ke konsep "Back to Nature" dan meninggalkan produk berbahan kimia sintetik.

Fenomena ini sejalan dengan laporan Global Market Report 2025 yang memproyeksikan pasar perawatan kulit alami dunia akan mencapai USD22,8 miliar. Bahkan diperkirakan akan meningkat menjadi USD39,24 miliar pada 2030. Hal itu didorong oleh kesadaran konsumen akan kesehatan kulit jangka panjang dan keberlanjutan lingkungan.

Apalagi, Fortune Business Insights mencatat bahwa wilayah Asia Pasifik kini mendominasi lebih dari 50 pangsa pasar kecantikan dunia, di mana bahan-bahan lokal autentik menjadi nilai jual tertinggi yang sulit ditiru negara lain.

Maka dari itu, penggunaan kosmetik berbahan dasar alam di Indonesia kini bukan sekadar pilihan alternatif, melainkan gaya hidup yang mencerminkan kesadaran akan kesehatan kulit. Hal tersebut membuat produk kosmetik, kecantikan, atau skincare berbahan dasar alam mulai diincar masyarakat, khususnya anak muda.

Halim Nababan dari manajemen PT Nose Herbal Indo menuturkan bahwa analisis tren pasar menunjukkan generasi muda hari ini lebih selektif. Mereka sangat berhati-hati dalam melihat bahan baku serta sertifikasi produk. Hasilnya, bahan baku kosmetik dari alam jauh lebih diminati.

"Untuk generasi sekarang, kembali ke alam menjadi satu pemikiran yang bagus. Mereka selalu bertanya, ini terbuat dari apa? Sudah ada sertifikasinya atau belum?” kata Halim dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

 

Tren global ini seharusnya bisa dijawab dengan melimpahnya sumber daya alam Indonesia. Sebagai negara dengan biodiversitas tertinggi, Indonesia menyimpan "harta karun" berupa tanaman berkhasiat luar biasa, mulai dari tanaman endemik hingga tanaman pekarangan rumah.

Salah satunya memanfaatkan tanaman endemik seperti pegagan dan rumput laut. Rumput laut bisa menjadi bahan dasar kosmetik, apalagi Indonesia adalah penghasil rumput laut kedua terbesar di dunia. Sementara pegagan bisa menjadi bahan campuran unik. "Kami sudah mencoba memasukkan daun pegagan ke dalam toner tanpa membuatnya busuk. Artinya, hasil riset itu benar-benar kami tanamkan pada produk,” jelas Halim.

Selain itu, tanaman lain seperti mawar, kecombrang, ketepeng cina, bidara, hingga kumis kucing juga tengah diteliti. Riset menunjukkan bahwa tanaman itu berfungsi spesifik seperti brightening (mencerahkan).
 

Topik Menarik