Perang AS-Israel vs Iran, Mahasiswa Indonesia Berharap Bisa Lanjutkan Pendidikan di Teheran
Perang Amerika Serikat-Israel vs Iran berdampak terhadap beberapa sektor di Iran, termasuk pendidikan. Kegiatan belajar mengajar di berbagai tingkat termasuk perguruan tinggi harus terhenti.
Ahmad Hukam, seorang mahasiswa tahun pertama di Ahlul Bayt International University Teheran, Iran yang berhasil dipulangkan oleh Kementerian Luar Negeri, menceritakan tentang kegiatan kuliahnya yang harus terhenti.
Mahasiswa jurusan Sejarah Peradaban Islam itu mengaku kampusnya sudah menghentikan proses belajar mengajar sejak 20 Februari 2026 atau 2 Ramadan 1477 Hijriah sampai waktu yang belum ditentukan.
Baca Juga: Iran Masih Berpengaruh Kuat di Selat Hormuz, Trump Ditekan untuk Hentikan Perang
"Terputus, karena yang pertama semenjak perang dari di tanggal 2 Ramadan kemudian kesyahidan Ayatollah Ali Khamenei berkabung tujuh hari. Kemudian kalau misalkan perang ini terus berlanjut saya enggak tahu bakalan lanjut atau memang benar-benar terputus," ungkap Hukam saat diwawancarai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/3/2026) malam.Apalagi, situasi di Iran saat ini semakin memanas. Hukam mengaku masih ada keinginan untuk melanjutkan studi di Iran jika situasi dan kondisi sudah mulai kondusif. "Kalau semisal kondisi sudah aman dan statusnya turun, insyaallah kembali meneruskan," ucap dia.
Hukam menyebut, dirinya tidak mengetahui regulasi yang diterapkan oleh pemerintah terkait status dirinya sebagai mahasiswa di Iran. Hukam belum tahu apakah dirinya bisa melanjutkan studi di Indonesia dengan jenjang yang setara apabila situasi perang terus berlanjut.
Hukam berharap pemerintah bisa memberikan kejelasan terkait status dirinya baik secara regulasi maupun kebijakan agar dirinya bisa melanjutkan studi di Indonesia. Apalagi, jika kondisi perang terus terjadi dan dirinya tidak bisa kembali melanjutkan studi di Iran.
"Karena memang situasi saya seperti ini kan di luar batas kemampuan saya. Karena perang, kemudian karena memang stabilitas ekonomi dan lain sebagainya."










