Heboh! Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Mendadak Dipanggil Polisi Hari Ini
JAKARTA, iNews.id - Pasangan artis Dude Harlino dan Alyssa Soebandono tiba-tiba dipanggil polisi hari ini, Kamis (2/4/2026). Ada apa?
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memanggil pasangan artis Dude Harlino dan Alyssa Soebandono untuk diperiksa hari ini. Keduanya bakal diperiksa terkait kasus dugaan penipuan hingga penggelapan senilai Rp2,4 triliun oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI).
"Terhadap keduanya akan dilakukan pemeriksaan dalam kapasitas sebagai saksi yang dijadwalkan pada Kamis, tanggal 2 April 2026, di ruang pemeriksaan Dittipideksus Bareskrim Polri lantai 5 gedung Bareskrim Polri," kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan Kamis (2/4/2026).
Ade Safri menerangkan, Dude dan Alyssa pernah menjadi brand ambassador perusahaan fintech tersebut. Karena itu, keduanya akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.
“Saudara Dude Harlino dan Saudari Alyssa Soebandono, yang pada saat kegiatan bisnis PT DSI berjalan, berdasarkan fakta hasil penyidikan, diketahui pernah menjadi bagian dari kegiatan promosi bisnis PT DSI sebagai brand ambassador," ucap dia.
Sebagai informasi, Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini. Mereka antara lain Direktur Utama PT DSI Taufiq Aljufri, mantan Direktur PT DSI Mery Yuniarni, Komisaris PT DSI Arie Rizal Lesmana, dan eks direktur PT DSI periode 2018-2024 sekaligus Founder PT DSI.
Ade Safri menerangkan aksi penipuan itu dilakukan PT DSI dengan membuat proyek fiktif. Proyek fiktif itu dibuat PT DSI dengan memakai data penerima investasi (borrower) yang sudah ada dan dicatut seolah-olah memiliki proyek baru.
Akibat aksi penipuan itu, terdapat 15 ribu korban dengan total nilai kerugian mencapai Rp2,4 triliun selama periode 2018-2025.
Dalam kasus ini, Bareskrim telah memblokir total 63 rekening milik PT DSI dan afiliasinya dan menyita uang sebesar Rp4 miliar dari total 41 rekening perbankan. Serta menyita sejumlah kendaraan bermotor yang terindikasi hasil penipuan PT DSI.










