Jangan Tertipu Label Low Sugar! Menkes Jelaskan Efek Pemanis Buatan pada Tubuh

Jangan Tertipu Label Low Sugar! Menkes Jelaskan Efek Pemanis Buatan pada Tubuh

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 28 April 2026 - 07:30
share

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kembali membagikan edukasi kesehatan lewat konten di Instagram dalam serial Budi Gemar Sharing #BGS. Kali ini, Budi membahas soal penggunaan pemanis buatan dalam minuman yang sering dilabeli low sugar.

Dalam video tersebut, Budi menjelaskan bahwa rasa manis pada minuman tidak selalu berasal dari gula alami. Rasa manis itu bisa berasal dari pemanis buatan seperti Aspartam, Sukralos, hingga Sakarin.

Menurutnya, bahan-bahan ini memiliki tingkat kemanisan yang jauh lebih tinggi dibanding gula biasa. Bahkan rasa manisnya bisa 200 hingga 600 kali lipat dibanding gula.

“Sejumput kecil saja bisa memberikan rasa manis 200 sampai 600 kali lipat lebih manis daripada gula,” ujar Budi.

Baca Juga : Ini Cara Pemanis Buatan Tingkatkan Nafsu MakanBudi pun menekankan bahwa efek penggunaan pemanis buatan ini tidak sesederhana itu. Meski lidah merasakan manis, tubuh tidak benar-benar menerima asupan gula seperti yang diharapkan otak.

Ia mengatakan, ketika lidah merasakan manis, maka otak bersiap menerima gula. Ketika gula tidak masuk (karena diganti pemanis buatan), maka rasa lapar akan muncul terus menerus.

Ini lah yang disebut Budi bahwa pemanis buatan bisa mengecoh tubuh atau melakukan "sihir".

“Lidah merasa manis, jadi otak siap-siap menerima gula. Tapi ternyata gulanya nggak masuk. Itu bisa bikin rasa lapar muncul terus,” jelasnya.

Baca Juga : Picu Diabetes, Pemanis Buatan Bukan Pilihan untuk Kendalikan Berat BadanBudi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis terhadap produk minuman berlabel rendah gula, terutama jika tetap terasa manis. Menurutnya, hal tersebut bisa jadi berasal dari penggunaan pemanis buatan, sehingga bukan berarti minuman tersebut sepenuhnya lebih sehat.

“Kalau ada minuman kadar gulanya rendah tapi pakai pemanis buatan, itu bisa mengecoh tubuh,” tegasnya.

Untuk itu, masyarakat kembali diingatkan agar lebih sadar dalam memilih konsulsi harian. Mereka diminta untuk tidak hanya melihat label pada kemasan makanan, namun juga memperhatikan kandungan di dalamnya.

Topik Menarik